Berita Tasikmalaya

Aktivis Muda Ini Layangkan Tantangan Debat Terbuka untuk Bupati Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Isu adanya tantangan Debat Terbuka untuk Bupati Tasikmalaya patut mendapat sorotan. Seorang aktivis muda melayangkan tantangan terbuka kepada kepala daerah. Fokusnya satu: kondisi infrastruktur jalan yang masih dikeluhkan warga.

Di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya, jalan rusak bukan cerita baru. Ada yang berlubang, ada yang rusak cukup parah. Kondisi ini ikut memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dari situlah gagasan Debat Terbuka untuk Bupati Tasikmalaya muncul. Aktivis tersebut menilai persoalan jalan tidak bisa hanya dilihat dari sisi teknis pembangunan. Ada dampak yang lebih luas, terutama terhadap ekonomi masyarakat.

Jalan yang rusak membuat distribusi barang jadi terhambat. Waktu tempuh bertambah. Biaya operasional ikut naik. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menekan penghasilan warga.

“Jalan bukan sekadar akses. Ini menyangkut pergerakan ekonomi masyarakat. Kalau jalannya rusak, aktivitas ikut terganggu,” ujarnya.

Tema yang diangkat dalam Debat Terbuka untuk Bupati Tasikmalaya ini adalah “Pengaruh Infrastruktur terhadap Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Tasikmalaya.” Tema tersebut dinilai cukup relevan dengan kondisi di lapangan.

Lewat debat terbuka, masyarakat diharapkan bisa mendapat penjelasan langsung. Terutama soal kebijakan, prioritas anggaran, dan langkah konkret pemerintah daerah dalam menangani persoalan jalan.

Forum ini juga diharapkan menjadi ruang dialog yang lebih terbuka. Bukan hanya penyampaian informasi satu arah, tetapi juga kesempatan bagi publik untuk memahami situasi secara lebih utuh.

Aktivis tersebut menegaskan, ajakan ini bukan untuk menyerang pihak tertentu. Ia menyebutnya sebagai upaya membuka ruang diskusi yang sehat dan transparan.

“Ini bukan soal menyerang. Tapi bagaimana kita bisa duduk bersama, bicara terbuka, dan menjelaskan ke masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk keseriusan, ia memberikan waktu 3 x 24 jam kepada Bupati Tasikmalaya untuk merespons undangan tersebut. Batas waktu ini diharapkan memberi kejelasan sikap dari pemerintah daerah.

Hingga berita ini ditulis, Senin (30/02/2026), belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Meski begitu, isu Debat Terbuka untuk Bupati Tasikmalaya sudah mulai menjadi perhatian publik, termasuk di media sosial.

Beberapa pihak menilai, debat terbuka bisa menjadi langkah positif jika dilakukan dengan baik. Selain membuka transparansi, forum seperti ini juga bisa memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Kini, publik menunggu respons dari Bupati Tasikmalaya. Apakah tantangan Debat Terbuka untuk Bupati Tasikmalaya ini akan ditanggapi, atau justru berlalu begitu saja.

Di bagian akhir, terungkap sosok di balik tantangan tersebut. Ia adalah Eka Yuda Permana, aktivis Majelis Reformasi Tasikmalaya. Usianya 27 tahun dan berdomisili di Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya.

Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk kepedulian. Sekaligus dorongan agar ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat bisa lebih terbuka. (AS)

Related Articles

Back to top button