AdvertorialBerita Tasikmalaya

Satu Tahun Viman–Diky: Reprioritas Anggaran, Terukur dan Tepat Sasaran

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satu tahun mungkin terasa singkat dalam politik. Tapi dalam tata kelola pemerintahan, satu tahun adalah masa yang menentukan arah.

Pada 20 Februari 2026, genap satu tahun Viman Alfarizi Ramadhan dan Rd. Diky Candra Negara memimpin Kota Tasikmalaya. Alih-alih langsung mengejar proyek besar yang terlihat mencolok, pemerintahan ini sepertinya lebih memilih menata fondasi lebih dulu. Fokusnya bukan pada gegap gempita, melainkan pada ketepatan arah.

Pilihan itu terlihat dari kebijakan reprioritas anggaran. Dalam bahasa sederhana: anggaran disusun ulang agar benar-benar menyentuh kebutuhan yang paling mendesak.

Salah satu perhatian utama adalah soal kesehatan masyarakat, terutama stunting. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat angka stunting di Kota Tasikmalaya berada di kisaran 19,6 persen. Pemerintah kota menargetkan penurunan bertahap hingga 17 persen pada 2026 melalui intervensi gizi dan pendampingan keluarga yang lebih terarah. Angka ini bisa ditelusuri dalam publikasi resmi pemerintah daerah dan laporan nasional terkait SSGI.

Isu stunting bukan perkara sepele. Ia menyangkut masa depan generasi negeri ini. Karena itu, pendekatannya tidak cukup dengan bantuan sesaat. Perlu kerja bersama, dari kader kesehatan sampai edukasi keluarga di setiap rumah.

Di sektor pendidikan, arah kebijakan juga memperlihatkan pola yang sama: membangun kualitas manusia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata lama sekolah warga Kota Tasikmalaya sudah berada di atas sembilan tahun. Angka melek huruf bahkan mendekati 100 persen. Ini modal yang baik. Tinggal bagaimana kualitasnya terus ditingkatkan.

Program seperti Tasik Pintar diarahkan untuk memperkuat akses dan mutu pendidikan. Bukan sekadar membangun ruang kelas, tapi memastikan anak-anak bisa belajar dengan lebih baik.

Langkah-langkah ini mungkin tidak selalu terlihat spektakuler. Karena fondasi memang tak terlihat. Ia bekerja di bawah permukaan dan sorotan, tapi menentukan kokoh atau tidaknya bangunan di atasnya.

Halaman selanjutnya: Dari Fondasi Menuju Akselerasi


1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button