Berita Tasikmalaya

Polemik THR Kota Tasikmalaya: Tentang Komunikasi Krisis, Kudu Belajar ke Ciamis

Mengapa Ciamis Tidak Meledak

Situasi di Kabupaten Ciamis menunjukkan adanya peran kepemimpinan yang bekerja secara terstruktur.

Pertama, peran kepala daerah dalam mengunci arah kebijakan. Bupati tampil dengan pesan yang jelas dan tidak berubah-ubah. Tidak ada ruang tafsir yang luas terkait apa yang diberikan dan apa yang tidak.

Kedua, hubungan eksekutif dan legislatif relatif selaras. Tidak muncul perbedaan sikap yang terbuka di ruang publik, sehingga tidak ada narasi tandingan yang memperkeruh situasi.

Ketiga, kepala SKPD bergerak dalam satu barisan. Tidak ada pernyataan yang berbeda-beda, tidak ada penjelasan yang saling bertentangan. Informasi yang sampai ke ASN tetap dalam satu jalur.

Dalam konfigurasi seperti ini, keluhan tetap ada, tetapi tidak menemukan ruang untuk berkembang menjadi tekanan terbuka.


Ketika Kepemimpinan Menentukan Arah Narasi

Sebaliknya, yang terlihat di Kota Tasikmalaya adalah belum terkuncinya narasi sejak awal.

Penjelasan yang muncul cenderung bersifat teknis, sementara publik membutuhkan kepastian. Koordinasi pesan tidak sepenuhnya solid, sehingga ruang tafsir terbuka.

Dalam kondisi seperti itu, peran pimpinan menjadi sangat menentukan. Wali kota, Sekretaris Daerah, hingga jajaran kepala perangkat daerah seharusnya menjadi satu suara yang mampu menenangkan situasi sejak awal.

Ketika itu tidak terjadi, ruang publik mengambil alih.

Dan begitu ruang publik menjadi arena utama, isu tidak lagi sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah.


Polemik THR Kota Tasikmalaya memberikan pelajaran yang jelas.

Krisis tidak selalu bisa dihindari, tetapi bisa dikelola. Kabupaten Ciamis menunjukkan bahwa keterbatasan fiskal tidak harus berujung pada kegaduhan, selama komunikasi berjalan efektif dan kepemimpinan mampu mengendalikan arah narasi.

Sebaliknya, Kota Tasikmalaya memperlihatkan bahwa kebijakan yang secara nominal lebih baik pun dapat dipersepsikan negatif ketika komunikasi tidak terkelola dengan baik.

Pada akhirnya, perbedaan keduanya dapat diringkas dalam satu hal:

Yang satu mengendalikan situasi, yang satu lagi kehilangan kendali.

Laman sebelumnya 1 2 3

Related Articles

Back to top button