Perkokoh OHAN, Wali Kota Tasikmalaya Teguhkan Identitas Kota Santri

Penguatan Karakter Kota Santri dari Tingkat Kelurahan
Sebutan “Kota Santri” yang melekat pada Tasikmalaya bukan hanya identitas kultural, tetapi juga harapan moral masyarakat. Di sinilah OHAN menemukan relevansinya. Dengan menghadirkan hafidz pada tingkat kelurahan, pemerintah ingin memastikan nilai Al-Qur’an hadir di lingkungan terdekat warga. Hafidz tidak hanya dipandang sebagai penghafal ayat, tetapi juga teladan yang dapat menebarkan ketenangan dan keteladanan di ruang sosial.
Dukungan terhadap ribuan santri diniyah memperluas fondasi pembinaan tersebut. Dari ruang-ruang belajar diniyah, tradisi membaca dan mempelajari Al-Qur’an terus dijaga. Ini menjadi ladang awal bagi lahirnya calon-calon hafidz yang kelak menjadi bagian dari program OHAN. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter memerlukan proses bertahap, bukan kebijakan instan.
Dalam konteks lebih luas, penguatan OHAN juga merupakan upaya meneguhkan identitas Kota Santri secara lebih substantif. Bukan hanya melalui simbol-simbol keagamaan, tetapi melalui pembinaan nilai dan keteladanan yang tumbuh dari akar masyarakat.
Pandangan ini sejalan dengan penjelasan Ustadz Abu Qinan dari Pondok Pesantren Almuniroh Sukaratu, Kota Tasikmalaya. Ia menuturkan bahwa dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan merendahkan kaum yang lain dengannya.”
(HR. Muslim No. 817)
Menurutnya, makna “kaum” dalam hadis tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan tidak hanya diberikan kepada individu yang dekat dengan Al-Qur’an, tetapi kepada komunitas yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Jika sebuah kota menumbuhkan kedekatan warganya dengan Al-Qur’an—melalui hafalan, pembelajaran, dan akhlaknya—maka akan ada ketenangan dan keberkahan yang tumbuh. Mungkin itulah yang sedang diikhtiarkan pemerintah melalui penguatan OHAN,” ujarnya.
Ia berharap pondasi yang dibangun di tahun pertama ini menjadi langkah awal yang membawa Tasikmalaya menuju masa depan yang lebih baik—kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai dan karakter warganya.



