AdvertorialBerita Tasikmalaya

Perkokoh OHAN, Wali Kota Tasikmalaya Teguhkan Identitas Kota Santri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satu tahun pertama sering menjadi masa penentuan arah bagi sebuah pemerintahan. Di Kota Tasikmalaya, salah satu kebijakan yang mulai diperkokoh di periode awal kepemimpinan Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan adalah program OHAN, representasi dari One Kelurahan One Hafidz. Program ini bukan sekadar wacana seremonial, tetapi sudah berdiri di atas dasar regulasi yang jelas.

Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Tasikmalaya Nomor 19 Tahun 2025 tentang Pembinaan Penghafal Al-Qur’an, yang menjadi pijakan legal bagi pelaksanaan program OHAN. Dengan dasar hukum ini, pembinaan hafidz memiliki struktur administratif yang kuat, sekaligus memberi kepastian bagi perangkat daerah dalam menyiapkan program dan anggarannya.

Langkah berikutnya adalah penegasan OHAN dalam dokumen RPJMD Kota Tasikmalaya 2025–2029, sehingga program ini bukan berdiri sebagai kebijakan jangka pendek, tetapi masuk dalam visi pembangunan menengah Kota Tasikmalaya. Masuknya OHAN ke dalam RPJMD menunjukkan keseriusan untuk menempatkan pembinaan tahfidz dalam kerangka penguatan karakter masyarakat.

Secara konseptual, OHAN menargetkan hadirnya minimal satu hafidz di setiap kelurahan. Dengan puluhan kelurahan yang tersebar di lima kecamatan, pola berbasis wilayah ini memberikan pesan kuat bahwa pembinaan akhlak dan tradisi Qur’ani tidak boleh hanya terpusat di lembaga tertentu, melainkan tumbuh dari tingkat komunitas.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tasikmalaya juga memberikan dukungan kepada sekitar 15 ribu santri diniyah sebagai bagian dari ekosistem pembinaan keagamaan. Meski tidak semua diarahkan menjadi hafidz melalui OHAN, basis pembinaan ini menjadi langkah awal untuk memperluas ruang tumbuhnya generasi penghafal Al-Qur’an.

Pada tahun pertama ini, fondasi OHAN tampak diarahkan pada penguatan struktur: regulasi, perencanaan, dan pembentukan ekosistem pembinaan. Ini bukan pendekatan yang mencari hasil instan, melainkan langkah penataan awal untuk keberlanjutan program di masa mendatang.

Halaman selanjutnya: Penguatan Karakter Kota Santri dari Tingkat Kelurahan


1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button