Membaca Kelemahan Pesan Wali Kota dalam Polemik THR ASN Kota Tasikmalaya

2. Penjelasan Kebijakan yang Kurang Transparan
“Memaksakan pinjaman saat ini akan memberikan beban fiskal tambahan”
Sekilas kalimat ini terdengar rasional. Namun kata “memaksakan” menjadi titik masalah. Dalam teori framing, pilihan kata menentukan arah persepsi. Kata tersebut memberi kesan bahwa opsi pinjaman adalah tindakan yang tidak layak, tanpa menunjukkan proses pertimbangan yang dilakukan.
Padahal, publik berhak mengetahui bukan hanya keputusan, tetapi juga alasan di baliknya. Kalimat ini tidak menjelaskan:
- apakah pinjaman benar-benar dikaji
- seberapa besar dampak fiskalnya
- apakah ada alternatif lain yang dipertimbangkan
Akibatnya, pesan kehilangan kekuatan argumentatif. Ia menyampaikan hasil, tetapi tidak menunjukkan proses.
Dalam konteks komunikasi krisis, penjelasan seperti ini tidak cukup untuk meredakan ketidakpastian. Publik justru terdorong untuk mempertanyakan keputusan tersebut.
Versi yang lebih kuat seharusnya:
“Kami telah mengkaji opsi pinjaman daerah, namun tidak dipilih karena akan menambah beban bunga dan kewajiban fiskal pada APBD tahun berjalan.”
Halaman selanjutnya: Kalimat Ketiga



