Dari Data Kelurahan ke Kebijakan Kota
Dalam kerangka Program Kelurahan Cantik, kelurahan tidak lagi sekadar menjadi unit administratif, tetapi berperan sebagai pusat pengelolaan data. Data yang dihimpun mencakup kondisi sosial, ekonomi, hingga aktivitas usaha masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga.
Pendekatan ini dinilai penting, terutama dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Melalui sensus tersebut, pemerintah akan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah, mulai dari usaha mikro, industri kreatif, hingga sektor ekonomi berbasis digital.
Data dari publikasi BPS menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Tasikmalaya tersebar dalam berbagai sektor, dengan peran signifikan dari usaha kecil dan menengah. Dalam kondisi seperti ini, ketepatan data menjadi kunci untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Selain sektor ekonomi, data sosial juga menjadi perhatian penting. Informasi mengenai jumlah keluarga, kondisi kesejahteraan, hingga akses terhadap layanan dasar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem data yang sedang diperkuat.
Dalam rilis yang sama, Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan juga menegaskan bahwa kualitas data akan sangat menentukan arah kebijakan ke depan.
“Data yang baik akan menghasilkan informasi yang baik, dan pada akhirnya melahirkan kebijakan yang tepat sasaran,” sebagaimana dikutip dari portal resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Dengan basis data yang lebih akurat, program bantuan sosial diharapkan dapat menjangkau kelompok sasaran secara lebih tepat. Tidak hanya mengurangi potensi ketidaktepatan, tetapi juga meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.
Di sisi lain, integrasi data juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk merancang kebijakan yang lebih adaptif. Misalnya dalam pengembangan ekonomi lokal, peningkatan daya saing pelaku usaha, hingga penciptaan lapangan kerja.
Penguatan data di tingkat kelurahan juga didukung oleh perkembangan infrastruktur komunikasi dan teknologi informasi yang semakin luas. Hal ini memungkinkan proses pengumpulan dan pembaruan data dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Pada akhirnya, Program Kelurahan Cantik tidak hanya berbicara tentang pengelolaan data, tetapi tentang bagaimana data tersebut digunakan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Dengan fondasi data yang kuat, arah pembangunan diharapkan menjadi lebih terukur, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai lapisan. (AS)

































