Kabupaten Tasikmalaya Ngegas! Ekonomi Tumbuh, IPM Tembus 70

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kadang perubahan tidak datang dengan gegap gempita. Ia hadir pelan, nyaris tak terasa—hingga suatu hari, angka-angka itu kemudian berbicara.
Di Kabuapten Tasikmalaya, Indeks Pembangunan Manusia pada 2025 mencapai 70,76, melampaui capaian tahun sebelumnya 69,98. Sebuah kenaikan yang sederhana, namun menyimpan cerita tentang sekolah yang terus berlanjut, layanan kesehatan yang semakin menjangkau, dan daya beli yang perlahan menguat.
Di sudut lain, angka kemiskinan bergerak turun dari 10,23 persen menjadi 10,15 persen. Tidak besar, tetapi cukup untuk menandai bahwa ada kehidupan yang sedikit lebih ringan dari sebelumnya.
Pengangguran pun ikut mereda, dari 3,74 persen menjadi 3,69 persen, seperti riak kecil yang menandakan air mulai bergerak.
Ekonomi dan Denyut Kehidupan
Ekonomi, seperti denyut nadi, tidak selalu berdetak keras. Tetapi ketika ia stabil, kehidupan menemukan ritmenya.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya mencapai 5,31 persen, naik dari 4,64 persen. Angka ini mungkin tampak biasa, tetapi di baliknya ada sawah yang tetap ditanami, pasar yang terus berdenyut, dan usaha kecil yang bertahan.
Pendapatan per kapita meningkat dari Rp25,9 juta menjadi Rp28,08 juta per tahun, memberi ruang yang sedikit lebih luas bagi masyarakat untuk bernapas.
Sementara itu, ketimpangan tetap berada di angka 0,363. Tidak memburuk, tidak pula melonjak. Seperti keseimbangan yang dijaga di tengah arus yang terus bergerak.
Tentang Manusia dan Harapan
Pembangunan pada akhirnya kembali pada manusia.
Di Kabupaten Tasikmalaya, hampir seluruh anak usia dini—99,97 persen—telah masuk ke ruang belajar. Pada usia pendidikan dasar, angka itu mencapai 95,83 persen.
Di sektor kesehatan, angka-angka mencatat kerja yang senyap tetapi nyata. Pelayanan ibu hamil mencapai 97,10 persen, persalinan 99,19 persen, dan bayi baru lahir 99,71 persen.
Sebagian besar layanan kesehatan lainnya bahkan telah menyentuh 100 persen. Ini angka yang, jika diterjemahkan, berarti semakin banyak kehidupan yang terjaga.
Namun masih ada pekerjaan yang belum selesai. Stunting berada di angka 13,24 persen, sebuah pengingat bahwa masa depan tetap perlu dirawat dengan lebih sungguh-sungguh.
Jalan, Air, dan Ruang Hidup
Pembangunan fisik sering kali terlihat sebagai beton dan aspal. Padahal, di dalamnya ada cerita tentang perjalanan yang lebih mudah dan hidup yang lebih layak.
Kemantapan jalan di Tasikmalaya mencapai 68,11 persen, sementara irigasi berada di angka 55 persen—cukup untuk menjaga aliran yang menopang kehidupan petani.
Air bersih kini menjangkau 93,24 persen penduduk, dan pengolahan air limbah domestik telah mencapai 100 persen.
Di permukiman, 46,03 persen rumah tidak layak huni telah ditangani, dan 80 persen kawasan telah dilengkapi sarana prasarana.
Perubahan ini mungkin tidak selalu terlihat besar, dan masih menyiasakan harapan. Tapi, angka-angka ini juga bukti, bahwa pembangunan fisik sedang hadir dalam keseharian.
Menjaga yang Tenang, Merawat yang Rentan
Ada hal-hal yang tidak selalu terlihat, tetapi terasa—rasa aman, misalnya.
Di Kabupaten Tasikmalaya, penegakan peraturan daerah berjalan dengan capaian 100 persen, begitu pula kesiapsiagaan bencana dan layanan perlindungan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah hadir dalam bentuk yang lebih sunyi. Lansia terlantar, anak-anak tanpa pengasuhan, hingga penyandang disabilitas, semuanya tercatat mendapat pemenuhan kebutuhan dasar hingga 100 persen.
Namun, seperti semua upaya, selalu ada ruang untuk melangkah lebih jauh. Layanan pemadaman kebakaran yang berada di angka 2,38 persen menjadi pengingat bahwa perlindungan harus terus diperluas.
Tentang Kepercayaan dan Tata Kelola
Di balik pembangunan, ada tata kelola yang menjadi penopang.
Kabupaten Tasikmalaya kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sebuah penanda bahwa laporan keuangan disusun dengan baik.
Pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp3,43 triliun atau 97,29 persen, sementara belanja mencapai Rp3,34 triliun atau 94,02 persen.
Pendapatan Asli Daerah berada di angka Rp436 miliar, atau 89,34 persen dari target.
Namun, seperti perjalanan panjang lainnya, sistem tetap perlu diperbaiki, mulai dari kapasitas sumber daya manusia hingga pengelolaan beban kerja.
Yang Tumbuh dan Harus Dijaga
Pembangunan tidak selalu tentang lompatan besar. Ia sering hadir sebagai akumulasi dari langkah-langkah kecil yang dijaga konsistensinya.
Di Kabupaten Tasikmalaya, tahun 2025 mungkin bukan tentang perubahan yang mencolok. Tapi tentang arah yang tetap dijaga, agar masa depan, sedikit demi sedikit, menjadi lebih baik. (HS)
Catatan:
Data lengkap tentang Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dapat diakses pada halaman di judul di bawah ini:
RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH(RLPPD)KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2025





