Berita Tasikmalaya

FPK Kabupaten Tasikmalaya: “Berbeda Itu Kekuatan, Bukan Ancaman”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Tasikmalaya terus menggencarkan sosialisasi pembauran kebangsaan di berbagai kecamatan sepanjang Maret 2026. Bukan sekadar agenda seremonial, rangkaian kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana masyarakat menjaga persatuan di tengah realitas yang tak pernah tunggal: perbedaan.

Kegiatan dimulai pada 13 dan 14 Maret 2026 di Kecamatan Cisayong. Dalam forum yang berlangsung selama dua hari tersebut, berbagai unsur masyarakat—tokoh lokal, pemuda, hingga aparat desa—dilibatkan dalam dialog terbuka yang membahas pentingnya merawat harmoni sosial.

Selanjutnya, pada 15 Maret 2026, sosialisasi digelar di Kecamatan Padakembang. Antusiasme peserta tetap terasa, menunjukkan bahwa isu kebangsaan bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan justru hadir dalam interaksi paling sederhana antarwarga.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 16 Maret 2026 di Kecamatan Singaparna. Selain Ketua FPK Kabupaten Tasikmalaya, Deni Daelani, S.H., M.I.Kom., beserta jajaran pengurus, kegiatan ini juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rd. H. Eres Ruslil Aeres, yang memperkuat dukungan lintas elemen terhadap upaya pembauran kebangsaan.

Agenda kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Cikatomas pada 18 Maret 2026, memperluas jangkauan sosialisasi hingga wilayah selatan. Setiap titik kegiatan membawa pesan yang sama, namun dengan nuansa yang berbeda—menyesuaikan dengan karakter sosial masyarakat setempat.

Ketua FPK Kabupaten Tasikmalaya, Deni Daelani, menegaskan bahwa keberagaman adalah keniscayaan yang tidak bisa dihapus, apalagi dipaksa menjadi seragam.

Kita tidak dituntut untuk menjadi sama. Justru perbedaan itu yang menjadi kekuatan kita sebagai bangsa, selama kita bisa saling menghargai dan menjaga persatuan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Dalam praktiknya, FPK mencoba menghadirkan ruang-ruang dialog yang memungkinkan masyarakat saling mengenal, memahami, dan meredam prasangka.

Deni juga mengingatkan bahwa konflik sosial sering kali tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berawal dari hal-hal kecil yang diabaikan.

“Harmoni itu tidak datang dengan sendirinya, tapi harus dirawat. Komunikasi itu penting, begitu juga kepekaan terhadap situasi di lingkungan. Kalau ada potensi gesekan, harus bisa dideteksi sejak awal,” katanya.

Dalam setiap forum, peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diajak untuk berbicara—tentang pengalaman, kekhawatiran, bahkan perbedaan pandangan. Dari situlah, pembauran menemukan bentuknya yang paling nyata: bukan dalam keseragaman, tetapi dalam kemampuan untuk tetap bersama meski berbeda.

Menariknya, pendekatan FPK tidak berhenti pada diskusi. Di sela rangkaian kegiatan tersebut, juga digelar aksi sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat. Sederhana, namun sarat makna.

FPK Kabupaten Tasikmalaya Maret 2026

Di jalanan, saat takjil dibagikan kepada siapa saja tanpa melihat latar belakang, pesan pembauran terasa lebih konkret. Tidak ada sekat, tidak ada jarak—yang ada hanya kebersamaan dalam momen yang singkat, tapi hangat.

Kalau kita ingin persatuan itu terasa, maka harus diwujudkan dalam tindakan. Tidak harus besar, yang penting tulus dan menyentuh masyarakat,” tutur Deni.

Rangkaian kegiatan di Cisayong, Padakembang, Singaparna, hingga Cikatomas ini menegaskan satu hal: menjaga kebangsaan bukan hanya tugas negara, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Dan di tengah dinamika sosial yang terus berubah, FPK Kabupaten Tasikmalaya memilih cara yang sederhana namun relevan—mengajak masyarakat untuk tetap berbeda, tanpa harus terpecah.

Karena pada akhirnya, seperti yang terasa di setiap sudut kegiatan itu: harmoni bukan soal tidak adanya perbedaan, tapi tentang bagaimana perbedaan itu tidak saling meniadakan. Kadang, cukup dengan duduk bersama, saling mendengar, dan—kalau beruntung—ditutup dengan takjil gratis yang rasanya lebih manis dari biasanya. (HS)

Related Articles

Back to top button