Berita Tasikmalaya

Deklarasi SWAKKA: “Ketika Belasan Media Lokal Berupaya Lebih Berdampak”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Sejumlah media online lokal di Jawa Barat akan mendeklarasikan Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) pada Kamis (12/2/2026) di Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya. Deklarasi ini menjadi momentum penting ketika belasan media lokal sepakat membangun kolaborasi agar peran media tidak hanya eksis, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ketua Presidium SWAKKA, Ahmad Mukhlis, menjelaskan bahwa SWAKKA hadir sebagai wadah kolaboratif wartawan dan konten kreator yang berangkat dari realitas media digital hari ini. Media online semakin dominan sebagai sumber informasi publik, namun pada saat yang sama media online lokal masih menghadapi tantangan besar untuk tumbuh dan berdaya saing secara berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan tersebut tidak bisa dilepaskan dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Hal itu sejalan dengan temuan APJII atau Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia dalam Survei Penetrasi Internet 2025, yang menegaskan bahwa lebih dari 80 persen pengguna internet Indonesia mengambil keputusan setelah terlebih dahulu mencari referensi di dunia maya. Fakta ini menunjukkan bahwa media digital—termasuk media online lokal—memiliki posisi strategis dalam membentuk persepsi dan keputusan publik.

Dalam konteks tersebut, Ahmad Mukhlis menilai kolaborasi menjadi kunci. Perbedaan kompetensi antar media merupakan realitas yang tidak terhindarkan. Ada media yang kuat di sisi jurnalistik dan kedalaman konten, sementara media lain unggul pada aspek teknis, distribusi, dan penguasaan platform digital. Ketika berjalan sendiri-sendiri, tantangan justru terasa semakin berat. Karena itu, SWAKKA dibangun sebagai ruang kebersamaan yang setara untuk saling menguatkan.

SWAKKA sendiri lahir dari proses dialog dan diskusi yang tidak singkat. Beberapa kali pertemuan dilakukan, baik di Bandung maupun di Tasikmalaya, hingga akhirnya terbentuk kesepahaman untuk membangun wadah kolaboratif. Dari Priangan Timur, SWAKKA dideklarasikan sebagai ikhtiar bersama media lokal agar mampu tumbuh lebih relevan dan berdampak.

Dalam konsep kegiatannya, Ahmad Mukhlis menyampaikan bahwa SWAKKA memiliki sejumlah fokus utama. Pertama, Media Insight Forum, yakni forum diskusi dan literasi yang membahas isu jurnalistik, media digital, serta perkembangan teknologi informasi. Kedua, Support Exchange, sebagai ruang berbagi sumber daya, data, dan dukungan teknis antaranggota. Ketiga, Collaborative Publishing Project, berupa penerbitan konten kolaboratif lintas media agar satu isu dapat disajikan dengan perspektif yang lebih kaya dan jangkauan yang lebih luas.

Selain itu, SWAKKA juga mengembangkan fokus kegiatan keempat bertajuk Journalistic Advocacy Support. Program ini dirancang untuk mendukung kerja-kerja jurnalistik melalui pendampingan advokasi, dengan melibatkan sejumlah advokat yang telah menyatakan kesiapan bergabung. Kolaborasi ini dimaksudkan agar kerja jurnalistik media anggota SWAKKA lebih terlindungi, berani, dan memiliki dampak yang lebih kuat, sejalan dengan tagline “Solidaritas yang Berdampak.”

Sementara itu, Sekretaris SWAKKA, Asep Ishak, menyoroti kekuatan nyata media-media yang tergabung dalam SWAKKA dari sisi kinerja digital. Berdasarkan akumulasi data performa mesin pencari, pada Januari 2025 total impresi konten media presidium SWAKKA di Google tercatat melampaui angka 9 juta impresi. Impresi tersebut menunjukkan seberapa sering konten media SWAKKA ditampilkan dalam hasil penelusuran.

Dengan rasio klik atau click through rate (CTR) rata-rata sekitar 2,3 persen, dari angka impresi tersebut diperkirakan terdapat sekitar 207 ribu pembaca yang mengakses konten media SWAKKA hanya dalam satu bulan. Angka ini menunjukkan bahwa konten media lokal tidak hanya tampil di mesin pencari, tetapi juga benar-benar dicari dan dibaca oleh publik.

Asep Ishak menjelaskan bahwa capaian tersebut menjadi semakin bermakna jika dibandingkan dengan karakter keterlibatan di media sosial. Secara umum, tingkat CTR organik media sosial berada di bawah satu persen karena sifat konsumsi konten yang cepat dan berbasis scrolling. Sebaliknya, pembaca yang datang melalui mesin pencari memiliki niat yang lebih kuat karena secara aktif mencari informasi yang dibutuhkan.

Untuk memperkuat dampak distribusi, SWAKKA juga mengembangkan sistem distribusi konten strategis melalui WhatsApp. Sistem ini digunakan secara selektif untuk konten premium, konten berbayar, atau konten yang dinilai perlu didorong secara khusus. Distribusi tersebut didukung sekitar 250 ribu nomor WhatsApp aktif di wilayah Jawa Barat dan dapat diklasifikasikan hingga tingkat kecamatan, sehingga informasi dapat disampaikan secara lebih presisi dan relevan dengan konteks wilayah.

Deklarasi SWAKKA besok juga akan dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, serta tokoh masyarakat dan organisasi dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan menjadi penguat kolaborasi antara media lokal dan pemangku kepentingan.

Melalui deklarasi ini, SWAKKA menegaskan komitmennya untuk tumbuh sebagai ruang bersama bagi wartawan dan konten kreator—ruang belajar, ruang berbagi, dan ruang bergerak bersama—agar media lokal tidak hanya bertahan, tetapi mampu menghadirkan karya yang lebih berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat. (HS)

Related Articles

Back to top button