Berita Tasikmalaya

Dari Masjid Rahmatullah BRP untuk Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lantunan Surah Al-Ma’un menggema lembut di ruang utama Masjid Rahmatullah, Perum Bumi Resik Panglayungan (BRP), Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (15/2/2026). Surah yang berbicara tentang kepedulian terhadap anak yatim dan kaum miskin itu bukan sekadar pembuka acara. Ia seperti pengantar makna, bahwa ibadah tak berhenti pada sajadah.

Di pagi yang teduh itu, Masjid Rahmatullah berubah menjadi simpul kebersamaan. Ribuan warga berdatangan. Sebagian duduk bersila, sebagian lain saling menyapa. Senyum dan pelukan kecil menjadi pemandangan yang lebih hangat dari sinar matahari yang masuk dari sela jendela.

Hari itu merupakan agenda rutin tahunan santunan anak yatim dan dhuafa yang konsisten dilaksanakan oleh pengurus masjid. Tahun ini, jumlah penerima manfaat mencapai 1.326 orang, terdiri dari 1.200 dhuafa, 100 keluarga fakir miskin, dan 26 orang fii sabilillah. Angka tersebut menunjukkan bahwa kepedulian yang tumbuh di lingkungan perumahan mampu menjangkau lebih luas dari pagar kompleks.

H. Tino Armyanto, S.T., M.Si., salah seorang Pengurus Masjid Rahmatullah BRP Kota Tasikmalaya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk internal warga perumahan.

“Masjid ini memang berada di lingkungan BRP, tetapi kebermanfaatannya kami niatkan untuk masyarakat yang lebih luas. Kami ingin kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi kecil untuk Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Menurutnya, santunan ini juga menjadi momentum menyambut datangnya Ramadan 1447 Hijriah yang tinggal menghitung hari. Ramadan selalu identik dengan penguatan spiritual, dan di Masjid Rahmatullah, penguatan itu diterjemahkan dalam aksi sosial nyata.

Dalam kesempatan tersebut, H. tino juga mengutip selarik hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari:

“Bukankah kalian diberi pertolongan dan rezeki karena orang-orang lemah di antara kalian?”

Hadis itu menjadi pengingat bahwa keberkahan sebuah daerah tidak berdiri sendiri. Ada peran mereka yang lemah, yang seringkali luput dari perhatian, namun justru menjadi sebab turunnya pertolongan dan keberkahan.

Masjid Rahmatullah, dengan semangat keberasamaannya yang erat, mencoba memaknai pesan tersebut. Di tengah dinamika Kota Tasikmalaya yang terus bergerak, kepedulian sosial menjadi fondasi yang tak kalah penting dari pembangunan fisik. Silaturahmi antarwarga BRP diperkuat, hubungan dengan masyarakat sekitar pun dirawat.

Bagi para penerima manfaat, bantuan yang diberikan bukan hanya soal nominal atau paket yang diterima. Ia adalah tanda bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa di salah satu titik di Kota Tasikmalaya ini, ada lingkungan yang setia merawat kepedulian.

Kegiatan tahunan ini sekaligus memperlihatkan bahwa masjid dapat berfungsi sebagai pusat pemberdayaan sosial. Dari ruang ibadah, lahir gerakan berbagi. Dari sholat berjamaah, tumbuh solidaritas. Dari lingkungan perumahan, meluas kepedulian untuk kota.

“Harapannya sederhana, semoga kebersamaan ini membawa kebaikan bagi lingkungan kita, dan semoga Kota Tasikmalaya selalu diberi keberkahan,” tambah H. Tino.

Di akhir acara, tak ada tepuk tangan gemuruh. Yang terdengar hanya doa yang dipanjatkan bersama. Namun justru dalam keheningan itulah, pesan paling kuat terasa: menjaga yang lemah berarti menjaga daerah.

Dari Masjid Rahmatullah, pesan itu mengalir. Bahwa kepedulian kecil, bila dilakukan bersama, dapat menjadi cahaya bagi Tasikmalaya.

Related Articles

Back to top button