Bappelitbangda Kota Tasikmalaya: Jawab Cepat tapi Substansi Dipertanyakan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Nama Bappelitbangda Kota Tasikmalaya kini menjadi sorotan setelah memberikan jawaban super cepat atas permohonan informasi publik. Permohonan yang diajukan pada 16 Maret 2026 atas nama pemohon Fikri Dikriyansyah, langsung dijawab sehari kemudian, 17 Maret 2026, oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Kecepatan ini tentu patut diapresiasi. Dalam konteks pelayanan publik, respons cepat mencerminkan komitmen terhadap keterbukaan informasi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
Namun, persoalan muncul ketika isi jawaban mulai ditelaah lebih dalam.
Permohonan yang diajukan secara jelas meminta salinan hasil pekerjaan untuk paket belanja jasa iklan, film, dan pemotretan. Artinya, yang diminta adalah output nyata seperti foto, video, kliping berita atau dokumentasi kegiatan.
Alih-alih memberikan itu, Bappelitbangda Kota Tasikmalaya justru hanya menyampaikan data administratif berupa tabel pagu dan realisasi anggaran.
Perbedaan ini bukan sekadar teknis. Dalam UU Keterbukaan Informasi Publik, badan publik wajib memberikan informasi sesuai dengan substansi yang diminta, bukan menggantinya dengan bentuk lain.
Dalam beberapa kali siaran pers, ICW kerap menegaskan bahwa keterbukaan informasi harus memastikan akuntabilitas, bukan sekadar memenuhi formalitas administratif. Ketika informasi yang diberikan tidak menjawab inti permintaan, maka transparansi kehilangan maknanya.
Jalan Lanjut: Keberatan ke Atasan PPID
Dengan kondisi tersebut, langkah lanjutan hampir pasti ditempuh. Pemohon memiliki dasar kuat untuk mengajukan keberatan kepada atasan PPID, yakni Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya.
“Ini bukan semata-mata bentuk ketidakpuasan, melainkan bagian dari mekanisme resmi dalam sistem keterbukaan informasi,” terang Fikri saat dihubungi Lintas Priangan, Selasa (17/03/2026).
Keberatan diajukan karena informasi:
- tidak lengkap
- tidak sesuai permintaan
Dan secara hukum, kondisi ini memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti.
Namun, di luar soal kelengkapan, ada hal yang jauh lebih menarik. Data yang diberikan justru membuka pola yang memicu kecurigaan lebih dalam.
Halaman selanjutnya: Data dari Bappelitbangda Memicu Kecurigaan



