Berita Tasikmalaya

Banjir Bandang Sukaratu Tasikmalaya, Puluhan Rumah Warga Terendam

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukaratu sejak Jumat siang berujung bencana. Peristiwa Banjir Bandang Sukaratu yang terjadi di Desa Linggajati, tepatnya di Kampung Batubuluh RT 04 RW 05, membuat warga panik setelah air tiba-tiba meluap dan menerjang permukiman pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.

Laporan dari Relawan Kecamatan Sukaratu menyebutkan bahwa curah hujan mencapai intensitas tinggi dalam waktu cukup lama. Kondisi itu membuat aliran air di saluran irigasi utama meluap. Debit air yang meningkat tajam tak mampu ditahan oleh tanggul, hingga akhirnya bagian tanggul tersebut jebol. Air bercampur material lumpur kemudian mengarah ke kawasan permukiman yang letaknya lebih rendah.

“Awalnya hanya hujan deras. Kami kira biasa saja. Tapi menjelang sore, air dari arah atas mulai naik cepat. Tidak lama kemudian warga berteriak karena tanggul sudah jebol,” ujar Rian (22) salah seorang warga di lokasi kejadian.

Rumah Warga dan Lahan Pertanian Tergenang

Luapan air tidak hanya memasuki rumah-rumah warga, tetapi juga merendam sejumlah lahan pertanian yang berada tidak jauh dari titik jebolnya tanggul. Lahan-lahan ini sehari-hari menjadi sumber mata pencaharian warga setempat, terutama petani padi dan palawija. Tinggi genangan air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga hampir satu meter di beberapa titik terendah.

Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengangkat barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian lainnya memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat di luar lokasi genangan. Hingga Jumat malam, pendataan masih terus dilakukan oleh relawan dan aparat desa. Kerugian materiil belum bisa dipastikan, namun diperkirakan cukup signifikan mengingat banyaknya lahan pertanian yang terdampak.

Penanganan Cepat dari Relawan dan Aparat Desa

Tak lama setelah menerima laporan pertama, warga beserta aparat setempat bergerak bersama. Mereka membantu warga mengevakuasi barang, membersihkan aliran air yang tersumbat, serta memetakan titik-titik yang berpotensi menimbulkan risiko lanjutan. Relawan juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk memastikan penanganan lebih lanjut, terutama perbaikan tanggul yang jebol.

Menurut laporan relawan, kondisi tanggul yang jebol perlu pemeriksaan teknis menyeluruh untuk menghindari kejadian serupa. Selain itu, curah hujan yang masih tinggi membuat warga diminta tetap waspada.

Penyebab Utama: Curah Hujan Tinggi dan Kondisi Saluran Air

Kawasan Sukaratu termasuk wilayah yang memiliki aliran air dari perbukitan di bagian utara. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, aliran air menuju permukiman lebih cepat dan deras. Kondisi ini semakin diperparah oleh daya tampung saluran air yang terbatas. Tanggul yang selama ini menjadi penahan tidak mampu menghadapi tekanan air yang datang bersamaan.

Imbauan Kewaspadaan untuk Warga Sukaratu

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga dan aparat masih berada di di lapangan. Mereka memastikan warga berada di tempat aman sambil terus memantau potensi banjir susulan. Cuaca ekstrem yang diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan membuat kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Peristiwa banjir bandang di Sukaratu kali ini menjadi peringatan penting bagi warga dan pemerintah setempat untuk memperkuat fasilitas penahan air dan melakukan normalisasi saluran yang rawan meluap. (GPS)

Related Articles

Back to top button