Anomali: Belanja Pegawai Kota Tasikmalaya Bengkak Ratusan Milyar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Postur APBD Kota Tasikmalaya antara 2025 dan 2026 menunjukkan perubahan yang mencolok. Di saat Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) mengalami penurunan signifikan, total belanja daerah justru melonjak drastis. Yang paling menyita perhatian: anggaran belanja pegawai naik ratusan miliar rupiah dalam satu tahun.
Data dalam laporan ini merujuk pada informasi APBD yang disajikan melalui website resmi Kementerian Keuangan.
Berdasarkan data tersebut, total belanja daerah tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,736 triliun. Pada 2026, angka tersebut melonjak menjadi Rp2,522 triliun. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp785 miliar atau sekitar 45 persen.
Kenaikan terbesar terjadi pada pos belanja pegawai.
Tahun 2025, anggaran belanja pegawai tercatat Rp796,87 miliar atau sekitar 45,9 persen dari total belanja. Pada 2026, angkanya melonjak menjadi Rp1,495 triliun atau sekitar 59,3 persen dari total belanja.
Dalam hitungan sederhana, belanja pegawai naik sekitar Rp698,66 miliar hanya dalam satu tahun.
TKDD Turun, Belanja Naik
Kondisi ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah penurunan TKDD. Pada 2025, TKDD Kota Tasikmalaya tercatat Rp1,160 triliun. Tahun 2026 turun menjadi Rp933,64 miliar. Selisihnya sekitar Rp226,96 miliar.
Secara logika fiskal, ketika transfer pusat menurun, pemerintah daerah biasanya melakukan penyesuaian belanja agar keseimbangan anggaran tetap terjaga. Namun yang terlihat dalam data justru sebaliknya: pendapatan transfer turun, sementara belanja total dan belanja pegawai meningkat tajam.
Dengan porsi hampir 60 persen, belanja pegawai kini mendominasi struktur APBD 2026.
Halaman selanjutnya: Perlu Penjelasan Struktur



