BerandaBerita TasikmalayaBelum Sepekan, 47 Tokoh Siap Jadi Narasumber Buku 81 Cara Mencintai Indonesia

Belum Sepekan, 47 Tokoh Siap Jadi Narasumber Buku 81 Cara Mencintai Indonesia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Nama-nama itu datang dari tiga daerah: Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kabupaten Ciamis. Mereka tidak berasal dari satu dunia yang sama.

Ada ulama yang menjaga nilai di mimbar dan di tengah dinamika sosial, birokrat yang berkutat dengan regulasi, politisi yang bergulat dengan keputusan, pengusaha yang menggerakkan ekonomi, akademisi yang merawat nalar, hingga seniman, budayawan, dan tokoh olahraga yang menjaga jiwa bangsa tetap hidup.

Mereka berbeda jalan, tapi bertemu pada satu titik: keinginan yang sama untuk tetap merawat Indonesia.

Di antara mereka, ada yang kiprahnya sudah melampaui batas daerah. Bahkan ada yang menimba ilmu hingga ke Mesir, Belanda, Singapura, Malaysia dan Amerika Serikat. Namun pada akhirnya, mereka tetap kembali pada satu identitas yang sama: Indonesia.

Seolah ingin menegaskan: sejauh apa pun langkah pergi, selalu ada alasan untuk pulang.

Menunggu Jawaban dari Kursi Kekuasaan

Di tengah derasnya dukungan itu, tim penerbitan masih menunggu satu kepingan penting: respons dari para kepala daerah dan sekretaris daerah di tiga wilayah.

Undangan telah disampaikan. Harapan pun disematkan.

Sebab di tangan merekalah, kebijakan dirumuskan, arah pembangunan ditentukan, dan masa depan daerah—yang juga bagian dari masa depan Indonesia—dipertaruhkan.

“Kami berharap mereka bisa bergabung. Akan sangat melengkapi perspektif buku ini,” kata Yuni.

Barangkali, ini bukan sekadar undangan menjadi narasumber. Ini adalah ajakan kebersamaan untuk ikut meninggalkan jejak, tentang bagaimana kekuasaan bisa berjalan seiring dengan cinta pada bangsa.

Cerita yang Akan Menjadi Jejak

Untuk 47 nama yang telah memastikan diri, proses berikutnya segera dimulai. Tim penerbitan akan melakukan wawancara mendalam, menggali cerita yang selama ini mungkin tak pernah benar-benar dituliskan.

Di situlah letak kekuatan buku ini.

Bukan pada siapa yang paling terkenal, tetapi pada siapa yang mau bicara tentang mencintai Indonesia.

Dari ruang kelas, ruang ibadah, kantor pemerintahan, hingga pasar dan lapangan, ternyata setiap tempat menyimpan cerita. Dan setiap cerita, pada akhirnya, adalah cara merawat negeri ini agar tetap berdiri tegak.


Buku “81 Cara Mencintai Indonesia” lahir dari kegelisahan yang tak bisa lagi diabaikan: ketika dunia dipenuhi konflik, dan di dalam negeri, rasa kebangsaan perlahan terasa menjauh dari generasi mudanya.

Buku ini ingin menjawabnya dengan cara yang sederhana, namun mendalam, dengan mengumpulkan 81 suara dari Priangan Timur, lalu merangkainya menjadi narasi tentang cinta yang nyata, bukan sekadar kata-kata.

Prosesnya dilakukan melalui wawancara, diolah menjadi tulisan reflektif, dan akan diterbitkan dalam dua bentuk: cetak dan digital, agar dapat menjangkau lebih banyak pembaca.

Produksi dimulai April 2026. Targetnya jelas dan sarat makna: launching 17 Agustus 2026. Hari ketika bangsa ini kembali mengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana kita menjaganya hingga esok lusa.

Dan mungkin, dari 47 nama yang sudah lebih dulu melangkah ini, kita diingatkan kembali,
bahwa mencintai Indonesia tidak selalu harus dengan cara besar yang gegap gempita.

Kadang, cukup cara yang sangat personal, dan semangat untuk tidak pernah menyerah demi kebaikan negeri ini. (AS)

RELATED ARTICLES

Terbaru