Libur Panjang di Pangandaran, Segini Pendapatan Kupu-Kupu Malam

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kata Via, selama libur panjang kemarin dia sengaja mangkal di Pangandaran. Banyaknya wisatawan yang datang, bagi Via adalah peluang untuk berburu laki-laki hidung belang!
Via –bukan nama sebenarnya–, adalah wanita berparas manis yang baru berusia 24 tahun. Tinggi dan berat badannya yang ideal, membuatnya tak sulit untuk berburu “pelanggan”. Sejak Jumat malam, ia sudah tiba di pesisir Pangandaran, mengontrak sebuah kamar murah, yang akan ia gunakan untuk mencari nafkah.
Caranya ternyata mudah. Via tidak harus nongkrong di tempat hiburan atau ngelayap di kegelapan malam. Ia bisa berburu hidung belang sambil baringan di kamar kontrakannya yang sempit. Via cukup mengandalkan dua aplikasi yang sudah ia instal sejak satu tahun lalu di smartphone-nya; Michat dan Tinder. Lewat dua aplikasi tersebut, janda muda beranak satu ini sudah bisa berkomunikasi langsung dengan calon konsumen yang sama-sama berada di Pantai pangandaran.
“Nggak kemana-mana. Ini kamar untuk istirahat saja. Dari sini saya pake Michat atau Tinder. Dua aplikasi ini kan bisa mendeteksi jarak saya dengan orang lain. Jadi bisa mendeteksi orang-orang di sekitar kita,” terang Via, saat ditemui reporter Lintas Priangan, Razu Nopriansyah, pagi tadi (30/01) di sekitar Pantai Pangandaran. Pagi tadi, Via berniat pulang ke Cilacap, untuk menemui buah hatinya yang baru berusia 4 tahun.
Via memastikan, hampir semua laki-laki pengguna MiChat dan Tinder, pasti punya niat mencari perempuan seperti dirinya. Komunikasi di dua aplikasi tersebut seringkali sudah tak perlu basa-basi, alias sudah sama-sama tahu.
“Yang pake aplikasi itu pasti ke sana arahnya. Udah jarang basa-basi. Mereka langsung minta foto, atau kalau mau lebih meyakinkan, mereka minta nomor whatsapp lalu video call. Setelah melihat foto dan merasa cocok, mereka transfer, dan saya langsung berangkat menemui dia,” terang Via. Teknologi benar-benar membuat praktik prostitusi menjadi supersimpel.
Masih menurut Via, di Pangandaran banyak perempuan dari luar kota yang kerap menyengaja datang karena tingkat kunjungan Pangandaran selalu ramai di hari libur. Bahkan ada yang dari Surabaya dan Bandung. Dan selama libur lima hari kemarin, Via mengaku bisa mengantongi lebih dari Rp. 10 juta.
“Pulang ke rumah minimal Rp. 10 juta utuh. Sebetulnya dapet lebih. Tapi kan sebagian dipake biaya hidup di sini, biaya make-up juga lumayan besar,” terang Via, yang mengaku bahagia karena bisa membeli hadiah untuk buah hatinya yang sebentar lagi ulang tahun. (Lintas Priangan)



