7 Fakta Penting di Balik Kasus Investasi Bodong MBA Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kasus dugaan investasi bodong melalui aplikasi MBA (MBAstak Limited Company) di Kabupaten Pangandaran bukan sekadar kabar lewat di lini masa. Dari laporan yang beredar, terlihat jelas bahwa perkara ini menyentuh lapisan masyarakat cukup luas dan memunculkan respons cepat dari aparat penegak hukum. Ada tujuh fakta penting yang membentuk gambaran awal kasus ini.
1. Total 2.390 Warga Melapor
Angka selalu berbicara. Dalam kasus ini, jumlah pengaduan mencapai 2.390 orang. Rinciannya, 1.996 warga datang langsung ke Mapolres Pangandaran, sementara 394 lainnya melapor melalui hotline resmi. Ini bukan angka kecil untuk ukuran kabupaten. Lonjakan laporan dalam waktu relatif singkat menunjukkan dua hal: pertama, aplikasi tersebut tersebar cukup masif; kedua, warga mulai menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Ketika ribuan orang bergerak melapor, itu menandakan persoalannya bukan insidental, melainkan sistemik.
2. Ditangani Aparat Gabungan
Penanganan kasus dilakukan oleh Polres Pangandaran bersama Ditreskrimsus Polda Jawa Barat. Keterlibatan tingkat Polda memberi sinyal bahwa perkara ini dipandang serius. Biasanya, koordinasi lintas tingkat dilakukan ketika potensi kerugian atau dampaknya cukup besar. Artinya, kasus ini tidak dianggap sebagai persoalan kecil yang bisa diselesaikan secara administratif semata.
3. Masih Tahap Penyelidikan
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kasi Humas Aiptu Yusdiana menyatakan proses masih dalam tahap penelaahan, pengumpulan bahan keterangan, dan verifikasi data. Ini penting dipahami publik. Pada tahap ini, aparat belum menyimpulkan bersalah atau tidaknya pihak tertentu. Semua informasi masih diuji dan dicocokkan. Dalam kasus investasi berbasis digital, proses ini memang memerlukan kehati-hatian karena menyangkut data transaksi dan jejak elektronik.
4. Sudah 22 Saksi Diperiksa
Sebanyak 22 saksi telah dimintai keterangan. Angka ini menunjukkan bahwa penyidik tidak bekerja secara sporadis, melainkan mencoba membangun konstruksi peristiwa secara sistematis. Pemeriksaan saksi bertujuan menggali bagaimana aplikasi MBA menyebar di masyarakat, siapa yang mengenalkan, dan bagaimana pola komunikasinya. Dalam kasus investasi ilegal, alur distribusi informasi sering menjadi kunci untuk menelusuri pihak yang berperan aktif.
Bersambung ke Halaman 2 → 3 FAKTA LAINNYA



