Segera Daftar! Layanan Tukar Uang BI Bulan Ramadhan dan Lebaran 2026

Tradisi Amplop Lebaran dan Makna Berbagi di Balik Layanan Tukar Uang BI
Tradisi membagikan uang pecahan baru saat Lebaran bukan sekadar kebiasaan tahunan. Bagi banyak keluarga, momen ini memiliki nilai simbolik: berbagi kebahagiaan, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan keceriaan bagi anak-anak.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan bahwa layanan penukaran uang bukan hanya soal distribusi uang baru, tetapi juga bagian dari menjaga kelancaran tradisi sosial yang sudah mengakar di masyarakat. BI hadir memastikan kebutuhan uang kartal terpenuhi secara tertib dan merata.
Selain menyediakan layanan penukaran, BI juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali keaslian Rupiah melalui metode “3D”: dilihat, diraba, dan diterawang. Edukasi ini penting untuk menjaga kepercayaan terhadap mata uang nasional, terutama saat transaksi meningkat drastis menjelang Idul Fitri.
Masyarakat juga diimbau merawat Rupiah dengan baik. Uang tidak boleh dilipat berlebihan, dicoret, distapler, atau dirusak. Perlakuan yang baik terhadap Rupiah mencerminkan penghormatan terhadap simbol negara.
Di tengah era digital dan transaksi non-tunai yang semakin dominan, kebutuhan uang fisik tetap tinggi saat Ramadhan. Fenomena ini menunjukkan bahwa transformasi digital belum sepenuhnya menggantikan aspek budaya dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Karena itu, masyarakat yang ingin menukar uang disarankan segera melakukan pemesanan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kuota setiap lokasi terbatas dan sistem akan otomatis menutup pendaftaran jika kapasitas terpenuhi.
Ramadhan selalu membawa cerita tentang berbagi. Dan di balik lembaran uang baru yang terselip dalam amplop, ada makna kebersamaan yang terus dirawat dari generasi ke generasi. (AS)



