Gila! Investasi Asing ke Kawasan Rebana Tembus Rp16 T, Negara Ini Mendominasi

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Investasi asing ke Kawasan Rebana terus menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga 2025, realisasi penanaman modal asing di kawasan metropolitan baru Jawa Barat ini tercatat menembus sekitar Rp16 triliun. Angka tersebut menegaskan Rebana sebagai salah satu magnet investasi terkuat di Jawa Barat, bahkan nasional.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan, arus modal ke Rebana tidak datang dari satu negara saja. Namun, ada satu pemain besar yang kontribusinya jauh melampaui negara lain.
Hongkong Jadi Penguasa Investasi Asing di Rebana
Dari total sekitar Rp16,02 triliun investasi asing, Hongkong (RRT) tampil sebagai investor terbesar dengan nilai mencapai Rp8,97 triliun. Artinya, lebih dari separuh total investasi asing di Kawasan Rebana berasal dari satu yurisdiksi ini.
Selain Hongkong, investor asing lain yang masuk lima besar adalah:
- Vietnam: Rp2,96 triliun
- Korea Selatan: Rp1,46 triliun
- Republik Rakyat Tiongkok: Rp1,41 triliun
- Singapura: Rp1,22 triliun
Komposisi ini menunjukkan dominasi kuat Asia Timur dan Asia Tenggara dalam pembentukan lanskap investasi Rebana.
Kenapa Rebana Menarik Investor Asing?
Daya tarik utama Investasi Asing ke Kawasan Rebana terletak pada kombinasi infrastruktur strategis dan posisi geografis. Kawasan ini mencakup 7 kabupaten/kota—Subang, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon—yang terhubung langsung dengan simpul logistik utama.
Beberapa faktor kunci yang membuat investor asing melirik Rebana antara lain:
- Pelabuhan Patimban di Subang sebagai tulang punggung logistik ekspor-impor.
- Bandara Internasional Kertajati (BIJB) di Majalengka sebagai gerbang udara kawasan.
- Tol Cisumdawu dan Tol Cipali yang mempercepat konektivitas antarwilayah.
- Jalur Pantura sebagai nadi distribusi barang Jawa Barat bagian utara.
Dengan infrastruktur ini, Rebana diposisikan sebagai simpul industri, logistik, dan manufaktur berorientasi pasar regional dan global.
Rebana dalam Peta Rantai Nilai Regional dan Global
Masuknya investor dari Hongkong, Tiongkok, Korea Selatan, Vietnam, dan Singapura memperkuat posisi Rebana dalam rantai nilai regional dan global. Rebana tidak lagi sekadar kawasan industri lokal, melainkan bagian dari jaringan produksi lintas negara.
Investor asing melihat Rebana sebagai lokasi strategis untuk:
- industri pengolahan,
- manufaktur berbasis ekspor,
- logistik dan pergudangan,
- serta sektor pendukung industri hilir.
Dengan luas kawasan peruntukan industri mencapai ±43,9 ribu hektare, Rebana menawarkan ruang ekspansi yang jarang dimiliki kawasan lain di Jawa Barat.
Investasi Triliunan, Apa Dampaknya ke Daerah?
Di atas kertas, derasnya investasi asing ke Kawasan Rebana menjanjikan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan aktivitas industri. Namun, tantangan besarnya adalah memastikan manfaat investasi benar-benar dirasakan oleh daerah dan masyarakat lokal.
Sejumlah indikator sosial-ekonomi seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di beberapa wilayah Rebana masih berada di bawah rata-rata Jawa Barat. Artinya, investasi besar belum otomatis berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup warga.
Inilah pekerjaan rumah utama pemerintah daerah dan pengelola kawasan: memastikan investasi tidak hanya berhenti pada angka realisasi, tetapi juga berdampak nyata pada:
- penyerapan tenaga kerja lokal,
- peningkatan keterampilan SDM,
- dan pemerataan ekonomi wilayah.
Rebana, Mesin Baru Ekonomi Jabar
Dengan realisasi investasi asing yang sudah menembus Rp16 triliun, Kawasan Rebana kini berada di fase krusial. Di satu sisi, kawasan ini sukses menarik kepercayaan investor global. Di sisi lain, efektivitas pengelolaan dan keberpihakan pada kepentingan daerah akan menjadi penentu keberlanjutan Rebana ke depan.
Jika investasi mampu diterjemahkan menjadi kesejahteraan, Rebana benar-benar akan menjadi mesin baru ekonomi Jawa Barat. Namun jika tidak, kawasan ini berisiko hanya menjadi etalase angka triliunan tanpa gema di tingkat akar rumput. (HS)



