Dunia

Krisis Kepemimpinan Iran Pasca Meninggalnya Ali Khamenei

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinyatakan tewas dalam serangan udara gabungan antara United States dan Israel yang menghantam komponen kepemimpinan negara itu di Teheran pada Sabtu (28/2). Kementerian Pertahanan Iran dan media negara kemudian mengonfirmasi kabar tersebut melalui siaran resmi setelah sejumlah pejabat tinggi negara mengumumkannya di televisi.

Pernyataan resmi pemerintah Iran yang disiarkan oleh media negara mengumumkan bahwa Khamenei tewas saat serangan itu menghancurkan kompleks kantor pusatnya, dan negara memasuki masa duka nasional selama 40 hari berkabung. Pernyataan itu memuji Khamenei sebagai pilar Revolusi Islam dan menegaskan bahwa kematiannya merupakan hasil dari agresi “negara musuh.”

Presiden Donald Trump memuji hasil operasi itu di media sosial pribadi, menyebut Khamenei sebagai “salah satu tokoh paling jahat dalam sejarah” dan mengatakan kematiannya adalah bentuk “keadilan bagi korban kekerasan rezim.”

Namun, tindakan militer tersebut juga memicu eskalasi serius di kawasan. Serangan Iran dengan rudal balistik dan drone ditujukan ke target militer Israel dan pangkalan AS di Teluk, menandai kemungkinan fase baru dalam konflik yang sudah memanas selama berbulan-bulan.

Pengamat keamanan regional memperingatkan bahwa kehilangan figur pemimpin tertinggi yang telah bertakhta lebih dari tiga dekade dapat menciptakan kekosongan kekuasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sistem politik Iran. Dalam struktur pemerintahan teokratis Iran, posisi ini tidak otomatis diwariskan, sehingga faksi elite ulama dan militer kini memperebutkan pengaruh dalam proses suksesi.

Halaman selanjutnya: Krisis Kepemimpinan Setelah Khamenei


1 2Laman berikutnya

Related Articles

Baca juga:
Close
Back to top button