Stunting Ciamis Turun 16% dalam Setahun: Faktual atau “Asal Bapak Senang”?

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Ciamis dalam satu tahun terakhir tampak mencolok. Dari angka 20,3 persen pada 2024, data terbaru menunjukkan prevalensi hanya 4,39 persen pada 2025. Secara matematis, itu berarti terjadi penurunan sekitar 16 poin persentase—angka yang, di atas kertas, terlihat sebagai lompatan besar dalam upaya perbaikan gizi masyarakat.
Namun, ketika data tersebut ditelusuri lebih dalam dan dibandingkan dengan tren nasional maupun daerah lain yang justru mendapat penghargaan resmi dari pemerintah pusat, muncul satu pertanyaan besar: apakah ini benar keberhasilan luar biasa, atau sekadar perbedaan cara menghitung?
Tren Ciamis: Naik, Turun, Lalu “Terjun Bebas”
Dalam dokumen perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, prevalensi stunting tercatat:
- Tahun 2022: 18,6 persen
- Tahun 2023: 25,4 persen
- Tahun 2024: 20,3 persen
Pola ini masih tergolong wajar: ada kenaikan, lalu penurunan kembali, dengan kisaran di angka 20 persen.
Namun pada 2025, data pengukuran balita bulan Agustus menunjukkan angka 4,39 persen—hasil dari 2.767 balita stunting dari total 63.060 balita yang diukur.
Jika dibandingkan, terjadi penurunan sebesar 15,91 poin persen hanya dalam waktu sekitar satu tahun.
Berita Ciamis lainnya: Prima Pribadi: “Anggaran Perjadin Dinkes Ciamis Terindikasi Anomali”
Dalam konteks kesehatan masyarakat, penurunan sebesar itu bukan sekadar signifikan—melainkan ekstrem.
Halaman selanjutnya: Perbandingan dengan Data Nasional dan Daerah Lain





