Ponpes Darussalam Gelar SilatuSantren, Launching Lagu “Ramadhan Mubarok”

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan bertajuk SilatuSantren dengan tema “Nikmatnya Ramadan” di Gedung Serbaguna Terpadu Nadwatul Ummah, Sabtu (28/02/2026) malam
SilatuSantren merupakan kegiatan kolaborasi antara Pondok Pesantren Darussalam Ciamis dan Coklat Kita, diisi dengan tausiyah, dialog kebudayaan dan pertunjukan musik religi. Kolaborasi ini menjadi langkah awal mempertemukan dunia pesantren dengan para seniman dan budayawan.
Kegiatan ini juga sekaligus peluncuran lagu religi berjudul “Ramadhan Mubarok” karya Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, juga merupakan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.BA., M.Ag., atau yang akrab disapa Ang Icep.
Lagu “Ramadhan Mubarok” diperkenalkan sebagai media dakwah yang menyasar generasi muda (Gen-Z) melalui pendekatan seni dan musik. Peluncuran lagu tersebut menjadi momentum utama dalam menyambut Bulan Suci Ramadan.
Dalam kesempatan itu Ang Icep, menyampaikan pentingnya mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang edukatif dan membangun karakter. Pendekatan seni menjadi salah satu cara yang relevan untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual kepada Generasi Z.
BACA JUGA: Pesantren Darussalam Ciamis Gelar SilatuSantren
“Ramadan harus diisi dengan aktivitas yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat dan kreativitas generasi muda. SilatuSantren ini menjadi salah satu ikhtiar untuk itu,” katanya.
Suasana religius sangat terasa ketika lagu “Ramadhan Mubarok” diperdengarkan untuk pertama kalinya. Ratusan santri yang hadir menyambutnya dengan antusias, menambah khidmatnya kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut.
“Semoga lagu ini dapat menginspirasi santri dan kalangan muda agar memaknai Ramadan secara lebih produktif dan bermakna,” harapnya.
Bukan hanya mempererat silaturahmi antar-pesantren, SilatuSantren menjadi wahana strategis untuk menghubungkan pesantren dengan dunia seni dan budaya sebagai bagian dari dakwah Islam yang inklusif.
“SilatuSantren menjadi wujud sinergi antara dunia pesantren, ulama, budaya dan kreativitas generasi muda dalam menghadirkan program positif yang sejalan dengan semangat Ramadan,” pungkasnya. (FSL).



