Berita Ciamis

Kualitas Jalan di Kabupaten Ciamis Dipuji Pemudik Purbalingga

lintaspriangan.comBERITA CIAMIS. Perjalanan mudik Lebaran 2026 dari Bandung menuju Purbalingga melalui jalur selatan memberikan pengalaman berbeda bagi Sugeng (48), seorang pekerja di klinik kesehatan di wilayah Bandung Barat. Alih-alih menemui kendala berarti, ia justru mengapresiasi kualitas jalan di Ciamis yang dinilainya lebih nyaman dibandingkan daerah lain yang dilalui.

Sugeng bersama istrinya memulai perjalanan dari Bandung dengan rute menuju Garut, lalu masuk ke Tasikmalaya. Ia sengaja mengambil jalur tersebut karena harus menjemput adik iparnya yang bekerja di Tasikmalaya dan berencana mudik bersama ke kampung halaman mereka di Majapura, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju wilayah Kabupaten Ciamis hingga ke arah Banjar sebagai pintu masuk ke Jawa Tengah. Di tengah perjalanan, tepatnya pada Rabu (18/3/2026), Sugeng sempat singgah di sebuah rumah makan di kawasan perbatasan Ciamis–Banjar untuk berbuka puasa.

Di lokasi tersebut, tanpa sengaja ia bertemu dan berbincang dengan Hasan Soleh, Pemimpin Redaksi Lintas Priangan, yang juga tengah dalam perjalanan dari Pangandaran menuju Tasikmalaya. Dalam suasana santai khas perjalanan mudik, obrolan keduanya mengarah pada kondisi jalan yang mereka lalui.

Pada kesempatan itu, Sugeng menyampaikan kesannya terhadap kualitas jalan di Ciamis yang menurutnya terasa berbeda dibandingkan daerah lain.

“Jalan di Kabupaten Ciamis itu beda. Walaupun saya tidak paham secara teknis, tapi ya beda saja. Enak, luruuus aja, nggak banyak kelokan. Dan terasa lebih mulus, itu satu. Kedua, lebar jalannya leluasa. Daerah lain lebar jalannya lebih sempit, kalau Ciamis banyak ruas yang lebar-lebar. Kemudian kesannya rapi, tertata,” ujarnya.

Menurut Sugeng, kondisi tersebut membuat perjalanan terasa lebih ringan dan nyaman, terutama setelah menempuh perjalanan cukup panjang dari Bandung. Ia mengaku tidak terlalu merasakan kelelahan saat melintasi wilayah Ciamis karena didukung kondisi jalan yang baik serta arus lalu lintas yang relatif lancar.

Pengalaman yang dirasakan Sugeng tersebut bukan tanpa dasar. Berdasarkan data yang dihimpun Lintas Priangan, Kabupaten Ciamis sebelumnya bahkan pernah meraih penghargaan tingkat nasional sebagai penyelenggara jalan terbaik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan infrastruktur jalan, mulai dari aspek regulasi, inovasi hingga implementasi di lapangan.

Selain itu, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Ciamis dilaporkan telah mencapai lebih dari 90 persen. Angka tersebut tergolong tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan rata-rata nasional kemantapan jalan kabupaten/kota di Indonesia yang masih berada di kisaran 50 hingga 70 persen.

Sebagai perbandingan, sejumlah daerah lain di jalur yang sama masih berada dalam tahap peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Di Kabupaten Purbalingga, tempat kelahiran Sugeng, misalnya, target kemantapan jalan sebesar 90 persen baru direncanakan dapat tercapai pada tahun 2028.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas jalan di Ciamis tidak hanya dirasakan secara langsung oleh pengguna jalan seperti pemudik, tetapi juga memiliki dasar capaian yang diakui secara lebih luas.

Dengan kondisi infrastruktur yang semakin baik, jalur selatan melalui Ciamis dinilai tetap relevan sebagai alternatif perjalanan mudik, khususnya bagi masyarakat yang tidak menggunakan jalan tol atau memiliki keperluan di sepanjang rute tersebut.

Bagi Sugeng, pengalaman mudik tahun ini memberikan kesan tersendiri. Selain dapat berkumpul bersama keluarga, perjalanan yang nyaman turut menjadi bagian penting dalam momen pulang kampung yang dinantikannya setiap tahun.

Semoga di tengah tren efisiensi anggaran, kualitas jalan di Kabupaten Ciamis bisa tetap dipertahankan. (AS)

Related Articles

Back to top button