Kabupaten Ciamis Perkuat Budidaya dan Benih Ikan Lokal

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Keberhasilan Kabupaten Ciamis melampaui target produksi ikan air tawar tahun 2025 bukan sekadar soal angka. Lebih dari itu, sektor perikanan kini diarahkan pada penguatan kemandirian benih dan peningkatan kapasitas kelompok budidaya sebagai fondasi menghadapi target 2026.
Seperti diketahui, sepanjang 2025, produksi ikan air tawar Ciamis mencapai 27.625,21 ton, melampaui target 26.954,50 ton. Capaian ini didominasi sektor budidaya yang menyumbang 27.313,24 ton, sementara perikanan tangkap dari rawa dan sungai menghasilkan 311,97 ton.
Kepala Bidang Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis, Aris Andriyana mengatakan peningkatan produksi tak lepas dari peran aktif kelompok pembudidaya serta dukungan pemerintah melalui pembinaan berkelanjutan.
”Tahun 2025 target tercapai bahkan terlampaui. Ini menunjukkan tren positif sektor perikanan air tawar di Ciamis,” katanya, Kamis (19/02/2026).
Tahun 2026, Target Produksi 27.340 Ton
Dikatakannya, memasuki tahun 2026, target produksi ditetapkan sebesar 27.340 ton. Meski meningkat, angka tersebut dinilai realistis dengan strategi penguatan kelompok dan distribusi benih dari Balai Benih Ikan (BBI).
Namun demikian, tantangan masih ada. Untuk komoditas nila, kebutuhan benih sebagian masih dipasok dari luar daerah.
“Alhamdulillah pembudidaya lokal mulai menunjukkan perkembangan dengan memproduksi dan memasarkan benih nila sendiri,” jelasnya.
Komoditas Gurame Jadi Kebanggaan Daerah
Aris juga menjelaskan, benih ikan gurame Ciamis sepenuhnya diproduksi lokal dan permintaannya terus meningkat dari luar daerah. Kondisi ini mendorong semakin banyak kelompok beralih atau menambah budidaya gurame sebagai komoditas unggulan.
“Dengan tren pertumbuhan produksi dan penguatan kemandirian benih, sektor perikanan Ciamis diyakini tidak hanya mampu memenuhi target 2026, tetapi juga memperkuat posisi Ciamis sebagai sentra perikanan air tawar di wilayah Priangan Timur,” pungkasnya. (FSL)



