lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Marwah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi strategis di bidang pendidikan harus terus dijaga.
Hal itu dikatakan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya ketika menghadiri Halal bihalal warga pendidikan Kabupaten Ciamis tahun 1447 H/2026 M di Gedung K.H. Ahmad Dahlan STIKes Ciamis, Selasa (07/05/2026).
“PGRI adalah organisasi besar, karena itu marwahnya harus dijaga agar tetap kuat dan disegani,” katanya.
Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Halal Bihalal Kita Tingkatkan Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan dan Solidaritas Warga Pendidikan Kabupaten Ciamis.”
Dalam kesempatan itu Bupati, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri sekaligus permohonan maaf kepada seluruh anggota PGRI Kabupaten Ciamis.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru dalam membina generasi muda di tengah berbagai keterbatasan, termasuk kondisi anggaran daerah.
Menurutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis mengalami penurunan dari sekitar Rp3,1 triliun menjadi Rp2,3 triliun pada tahun 2026, yang berdampak pada sektor pendidikan.
“Masih ada puluhan sekolah yang tidak layak pakai. Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur, Bupati turut menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk pelecehan seksual. Pada tahun 2025 tercatat sekitar 83 kasus.
“Ini menjadi perhatian serius. Guru harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pengawasan dan perlindungan kepada anak-anak,” tegasnya, seraya mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital oleh anak-anak sejak usia dini.
BACA JUGA: Ciamis Berubah, Ini Cerita di Balik Deretan Prestasi
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Edi Rusyana, menyampaikan jumlah anggota PGRI mencapai 7.845 orang.
“Tidak ada alasan bagi anggota PGRI untuk tidak berkontribusi. Kita harus terus berperan aktif memajukan pendidikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PGRI juga meluncurkan buku karya anggota, termasuk buku esai berjudul Karakter Berbudaya Generasi Panca Waluya, serta memberikan penghargaan kepada lima guru berdedikasi tinggi.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat solidaritas dan komitmen insan pendidikan dalam menghadapi berbagai tantangan demi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (FSL)



