Berita Ciamis

Dorong Investasi 2026, ‎DPMPTSP Ciamis Perkuat Layanan Digital

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis tak ingin sekadar berbicara angka dalam mendorong investasi tahun 2026.

‎Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ciamis (DPMPTSP), strategi yang dibangun lebih menitikberatkan pada penguatan ekosistem investasi dan transformasi layanan perizinan berbasis digital.

‎Kepala DPMPTSP Ciamis, Eka Permana Oktaviana menegaskan, kunci daya tarik investasi bukan hanya pada promosi, melainkan kesiapan sistem dan dukungan lingkungan usaha yang kondusif.

‎Menurutnya, realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp370,6 miliar atau tumbuh 13,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya. ‎Capaian tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat kesiapan daerah menghadapi persaingan investasi pada 2026.

‎“Kita tidak bisa hanya menunggu hadirnya jalan tol. Akses memang penting, tapi kesiapan sistem dan masyarakat juga menentukan,” ujarnya, Jumat (27/02/2026).

Menurutnya, meski belum memiliki akses tol, Ciamis dinilai memiliki keunggulan konektivitas jalur kereta api yang terhubung dengan kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung hingga wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

‎Potensi ini disebut perlu terus dipromosikan sebagai alternatif akses logistik dan mobilitas tenaga kerja. ‎Disisi lain, struktur ekonomi Ciamis yang didominasi sektor UMKM justru menjadi pondasi stabilitas. ‎Ketahanan pelaku usaha mikro saat pandemi Covid-19 menjadi bukti kalau ekonomi lokal memiliki daya lenting kuat.

“Pemkab Ciamis kini mendorong hadirnya industri menengah dan besar agar tercipta efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan PAD,” jelasnya.

Eka juga menjelaskan, kawasan peruntukan industri di Cijeungjing mulai menunjukkan geliat dengan berdirinya sejumlah pabrik garmen dan produk tekstil.

‎Ke depan, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan diarahkan masuk ke tahap hilirisasi agar tidak lagi hanya menjual komoditas mentah.

BACA JUGA: Ciamis Raih Predikat Kabupaten Terbaik Pengelolaan Sampah

Eka mengungkapkan, seluruh perizinan usaha kini terintegrasi melalui sistem OSS berbasis risiko untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

‎Selain itu, DPMPTSP mengembangkan inovasi Sistem Informasi Perizinan Online Ciamis (Si Promise) untuk perizinan non-usaha seperti tenaga medis dan profesi lainnya. ‎Proses verifikasi dilakukan secara digital dan telah menggunakan tanda tangan elektronik berbasis barcode. ‎

“Bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem daring, kami tetap membuka ruang pendampingan langsung,” ungkapnya.

‎Eka menegaskan, keberhasilan investasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. ‎Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas dan menciptakan rasa aman bagi investor.

‎“Pemerintah berperan sebagai regulator, fasilitator, dan motivator. Tapi kenyamanan investor juga ditentukan oleh dukungan masyarakat,” tegasnya.

‎Dengan kombinasi penguatan ekosistem, digitalisasi layanan, serta promosi potensi daerah, Ciamis optimistis mampu menarik lebih banyak penanaman modal pada 2026. ‎(FSL)

Related Articles

Back to top button