Disbudpora Ciamis Tanamkan Budaya Bersih

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis menanamkan budaya bersih melalui aksi nyata bersih-bersih di sekitar Stadion Galuh.
Kegiatan bersih-bersih tidak sekadar rutinitas kebersihan, melainkan bagian dari pemaknaan budaya yang hidup dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiyana usai melaksanakan bersih-bersih di sekitar Stadion Galuh Ciamis blok pasar. Kegiatan bersih-bersih ini sebagai bagian dari pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan gerakan kesadaran masyarakat.
“Budaya bukan hanya tentang peninggalan masa lalu, tetapi juga semangat yang dijalankan hari ini. Budaya bersih harus menjadi kebiasaan dan ciri khas warga Ciamis,” katanya, Sabtu (31/01/2026) sore.
Dijelaskannya, rangkaian kegiatan dimulai sejak siang hari dengan pembersihan di lingkungan kantor Disbudpora, kemudian dilanjutkan pada sore hari di kawasan Stadion Galuh ini.
“Area yang dibersihkan meliputi bagian depan stadion, berkeliling hingga area belakang yang berbatasan dengan terminal dan kawasan pasar,” jelasnya.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, terlebih Kabupaten Ciamis telah dikenal dan dinobatkan sebagai salah satu daerah terbersih di tingkat ASEAN.
“Kita wajib menjaga dan mempertahankan citra tersebut. Kebersihan kota tidak bisa dibebankan hanya kepada petugas kebersihan, tetapi harus diawali dari kesadaran seluruh elemen, termasuk ASN,” ujarnya.
Dian menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi ASN Disbudpora, khususnya dalam menumbuhkan disiplin, rasa memiliki, dan tanggung jawab terhadap sarana dan prasarana olahraga yang menjadi aset publik.
“Sarana olahraga adalah ruang hidup masyarakat. Merawatnya adalah kewajiban kita bersama. Ini juga melatih ASN agar memiliki kepedulian dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas,” jelasnya.
Dian juga mengungkapkan, dipilihnya hari Sabtu untuk melakukan bersih-bersih, karena menyesuaikan agenda kerja serta memanfaatkan waktu libur sebagai momentum membangun kebersamaan.
“Di hari libur, kita bisa lebih leluasa, sekaligus memupuk kebersamaan, menyamakan persepsi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif,” ungkapnya.
BACA JUGA: Galuh Wiyasa Ramadhan Festival 2026 Segera Digelar
Disbudpora juga merencanakan kegiatan lanjutan pada hari berikutnya, mengingat masih ditemukannya limbah rumput stadion yang menumpuk di sejumlah titik, khususnya di area pintu keluar sisi timur Stadion Galuh.
“Kami akan lanjutkan besok. Limbah rumput ini sudah menjadi bagian dari sampah yang harus segera ditangani agar tidak mengganggu kebersihan dan kenyamanan,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan bersih-bersih ini turut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga yang beraktivitas di kawasan stadion terlihat ikut tergerak untuk berpartisipasi, hal itu mencerminkan tumbuhnya kesadaran bersama.
Ia pun berharap, budaya bersih dapat melekat sebagai gerakan masyarakat Ciamis, yang memiliki ciri antara lain dilakukan banyak orang di berbagai tempat, berlangsung secara terus menerus, dan timbul atas inisiatif sendiri, serta diterapkan secara konsisten di lingkungan tempat tinggal, kantor, maupun ruang publik.
“Ketika budaya bersih sudah melekat, dampaknya akan luas bukan hanya lingkungan yang sehat dan nyaman, tetapi juga kebiasaan hidup yang lebih baik. Inilah yang terus kami dorong melalui Disbudpora,” pungkasnya. (FSL)



