Berita Ciamis

Ciamis Waspadai Krisis Energi, Efisiensi Jadi Langkah Awal

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Meski pasokan BBM di Kabupaten Ciamis masih dinyatakan aman, pemerintah daerah mulai mewaspadai tingginya ketergantungan terhadap energi fosil di tengah isu kelangkaan dan kenaikan harga di sejumlah daerah.

Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya memastikan hingga saat ini belum ada gejolak signifikan terkait distribusi maupun permintaan BBM di wilayahnya. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak bisa dijadikan alasan untuk lengah.

“Sejauh ini masih aman, belum ada gejolak yang berarti. Tapi tetap kita pantau terus,” katanya, Rabu (01/04/2026) usai membuka kegiatan manasik haji. .

Dibalik kondisi yang relatif stabil, Pemkab Ciamis mulai menyiapkan langkah antisipatif sebagai respons terhadap dinamika energi nasional yang dinilai fluktuatif.

Koordinasi dengan pihak Pertamina wilayah Tasikmalaya terus diperkuat, tidak hanya untuk BBM tetapi juga distribusi LPG. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan agar tetap terkendali.

Namun demikian, upaya tersebut dinilai belum cukup jika tidak diiringi dengan strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

Sebagai langkah awal, Pemkab Ciamis mulai mendorong efisiensi penggunaan energi, terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Penyesuaian kebijakan, termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga dorongan penggunaan transportasi umum, menjadi opsi yang disiapkan.

“Kita siapkan langkah antisipasi. Kalau nanti ada kebijakan efisiensi, tentu harus dilaksanakan dengan disiplin,” tegasnya.

BACA JUGA: Bupati Ciamis Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan

Langkah efisiensi ini menjadi sinyal, potensi tekanan energi tetap ada, meskipun belum terasa secara langsung di daerah. Menurutnya, pemerintah daerah memastikan, kebijakan penghematan tidak akan mengganggu pelayanan publik.

Namun, tantangan ke depan dinilai tidak hanya soal menjaga stabilitas pasokan, tetapi juga bagaimana daerah mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi energi secara berkelanjutan.

Dengan kondisi tersebut, kesiapan daerah dalam menghadapi potensi krisis energi menjadi sorotan, terutama dalam merumuskan strategi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga solusi jangka panjang. (FSL)

Related Articles

Back to top button