Berita Ciamis

Ciamis Berubah, Ini Cerita di Balik Deretan Prestasi

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Beberapa tahun lalu, masih banyak desa di Kabupaten Ciamis yang berjuang keluar dari status tertinggal. Kini, wajah itu berubah. Jalan desa lebih layak, layanan publik makin cepat, dan masyarakat mulai merasakan dampak nyata pembangunan.

Perubahan Tidak Terjadi Dalam Semalam

Sejak 2019 hingga 2025, Kabupaten Ciamis perlahan berbenah, dibawah kepemimpinan Bupati Dr. H Herdiat Sunarya dengan visi “Sinergi Mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan” didukung lima misi utama, pembangunan tidak hanya berjalan di pusat kota, tetapi merambat hingga ke desa-desa.

Sektor pembangunan desa, Kabupaten Ciamis memiliki 258 desa dan 7 kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), jumlah desa mandiri meningkat drastis dari 8 desa pada 2019, Tahun 2022 (116), Tahun 2023 (178), Tahun 2024 (210) dan Tahun 2025 ada 220 Desa Mandiri, Desa Maju (36) dan Desa Berkembang (2), angka tersebut sekaligus menghapus status desa tertinggal dan sangat tertinggal.

Status “Mandiri” menandakan desa tersebut mampu melaksanakan pembangunan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya dengan dukungan pemerintah daerah yang masif.

Bagi sebagian warga, perubahan itu sederhana, tapi sangat berarti. Akses jalan menjadi lebih baik, pelayanan administrasi lebih cepat dan peluang ekonomi mulai terbuka di tingkat desa.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus menjaga kepercayaan publik. Selama 12 tahun berturut-turut, Kabupaten Ciamis mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

Bukan sekadar angka, capaian ini mencerminkan bagaimana anggaran dikelola dengan transparan dan tepat sasaran.
Pelayanan publik pun ikut berubah.

Dengan nilai 96,21 dari Ombudsman RI, Ciamis masuk kategori Zona Hijau yang merupakan tanda layanan kepada masyarakat semakin baik, cepat, dan transparan.

Ribuan Penghargaan

Pada periode 2019-2025, Kabupaten Ciamis meraih 1.216 penghargaan, baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional dengan rincian sebagai berikut, Tahun 2019 sebanyak 67, Tahun 2020 (63), Tahun 2021 (50), Tahun 2022 (317), Tahun 2023 (209), Tahun 2024 (270), dan Tahun 2025 sebanyak 240.

Di bidang pendidikan, kualitas juga terus meningkat. Sekolah-sekolah mulai berinovasi, guru semakin kompeten, dan berbagai penghargaan nasional pun diraih.

Tak hanya itu, perhatian terhadap lingkungan juga membuahkan hasil. Penghargaan tingkat Internasional, Kabupaten Ciamis meraih ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award 2025 kategori Clean Land (Kota Terbersih). Prestasi ini menjadi pengakuan, Ciamis mampu menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

Jika ditarik ke belakang, semua capaian itu terangkai dalam satu angka, yaitu 1.216 penghargaan. Namun bagi masyarakat, yang lebih penting bukan jumlahnya, melainkan perubahan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Makro Tunjukkan Tren Positif

Selain itu, sejumlah indikator makro pembangunan juga mengalami peningkatan, di antaranya, IPM naik menjadi 74,33 poin. Tingkat kemiskinan turun menjadi 7,19 persen. Pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,37 persen. Sektor pertanian tumbuh signifikan 10,85 persen. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 6,14 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,08 persen, masih lebih baik dibanding rata-rata Jawa Barat sebesar 6,77 persen. Sementara Rasio Gini tercatat 0,340 poin, menunjukkan ketimpangan masih dalam kategori rendah.

Ratusan Program Digulirkan

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Ciamis telah melaksanakan 121 program, 227 kegiatan, 626 sub kegiatan, dan meraih 240 penghargaan.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah.

BACA JUGA: Bupati Ciamis, Wajib Hukumnya Bela PPPK

Optimistis Ciamis Makin Maju

Dalam setiap kesempatan Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya selalu mengatakan, capaian prestasi bukan tujuan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak akan berarti tanpa keterlibatan masyarakat. Ia pun berharap agar seluruh upaya pembangunan mendapat ridho Allah SWT dan membawa manfaat bagi masyarakat Tatar Galuh.

“Prestasi ini adalah milik seluruh warga Tatar Galuh Ciamis. Pemerintah hanya mengelola, tetapi masyarakatlah yang menghidupkan pembangunan,” ungkapnya.

Perjalanan Ciamis tentu belum selesai.
Di tengah berbagai capaian, tantangan akan terus muncul, seperti defisit anggaran. Namun satu hal yang terlihat jelas pembangunan di Kabupaten Ciamis bukan lagi sekadar program, melainkan proses perubahan yang nyata, terus bergerak dan berkelanjutan. (NID)

Related Articles

Back to top button