Gelar Pendidikan Politik, Anjar Asmara: Herdiat Sunarya Utamakan Kepentingan Masyarakat

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Sebagai seorang negarawan, Pa Herdiat Sunarya pasti akan mengutamakan kepentingan masyarakat Kabupaten Ciamis. Untuk itu, setiap langkah yang diambilnya tentu akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan partai-partai koalisi pengusungnya,
Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, H Anjar Asmara, SH,.MH dalam konferensi pers usai menggelar acara Pendidikan Politik di Saung Sawah Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Senin (24/03/2025).
Menurut Anjar, Herdiat Sunarya sangat bijaksana. Saat ini sangat fokus menyelesaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis yang mengalami defisit. Penyelesaian harus dilakukan dengan efisiensi, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
“Saya sangat mendukung langkah beliau untuk berkonsentrasi terlebih dahulu pada penyelesaian kondisi APBD. Saat ini prioritas utamanya adalah menuntaskan penyusunan dan pengelolaan APBD 2025,” jelasnya.
Terkait berkembangnya diskusi mengenai posisi Wakil Bupati Ciamis, menurutnya kepemimpinan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, tetap solid, bahkan tanpa kehadiran wakil bupati.
Selain itu, Anjar juga menegaskan kapasitas kepemimpinan Bupati Herdiat yang sudah teruji sebagai birokrat dan pemimpin selama dua periode. Menurutnya, tanpa wakil bupati sekalipun, Herdiat tetap mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Tugas utama bupati adalah merancang visi, misi, serta gagasan strategis, sementara implementasinya dijalankan oleh birokrasi.
“Saya yakin Pak Herdiat memiliki kepercayaan penuh terhadap birokrasi Kabupaten Ciamis, yang saat ini diisi oleh generasi muda dengan kapasitas dan pengalaman luar biasa,” jelasnya.
Untuk kemungkinan pengangkatan wakil bupati, menurut Anjar, Herdiat pasti akan melakukan komunikasi dengan partai-partai koalisi sebelum mengambil keputusan.
“Pak Herdiat adalah sosok yang memiliki etika dan moral politik. Jika memang membutuhkan wakil bupati, tentu beliau akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan partai pendukung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anjar mengajak seluruh pihak untuk menghentikan spekulasi mengenai jabatan wakil bupati dan fokus pada pembangunan daerah.
*Mari kita dukung penuh pemerintahan Pak Herdiat. Jangan terjebak dalam wacana-wacana yang justru menghambat jalannya pemerintahan. Fokus kita harus pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis,” tandasnya.
Dijelaskan Anjar, untuk mengisi kekosongan Wakil Bupati harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, yang memang mengatur mekanisme pengisian jabatan Wakil Bupati jika terjadi kekosongan, termasuk karena meninggal dunia.
Namun, regulasi tersebut tidak menetapkan batas waktu pasti kapan kekosongan itu harus segera diisi.
“Dalam Pasal 176 Ayat 4 UU 10/2016, disebutkan pengisian jabatan Wakil Bupati hanya diwajibkan jika sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan. Namun, tidak ada aturan spesifik mengenai batas waktu pengisiannya sejak terjadi kekosongan,” ungkapnya.

Selain itu, Anjar juga menambahkan dalam beberapa periode sebelumnya, Pj Kepala Daerah yang memimpin tanpa pasangan tetap mampu menjalankan pemerintahan secara optimal. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan potensi gesekan politik dan kebijakan efisiensi anggaran, tidak ada urgensi untuk segera mengisi posisi Wakil Bupati Ciamis.
“Saya yakin Bupati Herdiat adalah sosok yang profesional dan berpengalaman dalam mengelola pemerintahan. Jadi, tidak perlu terburu-buru memikirkan siapa pendampingnya saat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Demokrat Kabupaten Ciamis, Nur Muttaqin, menyampaikan pentingnya konsolidasi internal partai. Menurutnya partai selalu siap melakukan reshuffle kepengurusan apabila ada kader yang berhalangan tetap, seperti sakit atau meninggal dunia.
Reshuffle di Partai Demokrat,, bukanlah hal yang baru, tetapi merupakan bagian dari mekanisme internal partai untuk memastikan kepemimpinan tetap berjalan dengan baik. Reshuffle ini penting untuk memastikan bahwa tugas-tugas kepartaian tetap berjalan tanpa hambatan.
BACA JUGA: Menjelang Arus Mudik Lebaran 2025, Dishub Ciamis Siapkan Tujuh Posko
“Jika ada kader yang berhalangan, kami akan memberikan kesempatan kepada kader lain untuk mengisi posisi tersebut, tentunya dengan memperhatikan kepentingan partai dan tujuan bersama,” katanya.
Dijelaskan Nur Muttaqin, pendidikan politik dan konsolidasi internal partai menjadi hal utama yang harus dilakukan saat ini. Pendidikan politik bagi kader adalah langkah penting dalam memperkuat fondasi partai.
“Kami juga terus bekerja sama untuk melakukan bakti sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Semua ini sebagai bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk membangun Ciamis lebih baik,” pungkasnya. (Nank/lintaspriangan.com)



