Beranda blog Halaman 7

Program MBG Jadi Peluang Emas Ekonomi Rakyat di Ciamis

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis diarahkan tidak hanya sebagai bantuan sosial, tetapi sebagai strategi memperkuat ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan daerah.

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan, program MBG harus mampu membuka peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari petani, peternak hingga Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar terlibat langsung dalam rantai pasok.

Hal tersebut disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Ciamis, Jumat (27/03/2026), saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap LKPJ Tahun 2025.

Menurut Bupati, kekuatan utama program MBG terletak pada bagaimana pemerintah daerah mampu mengelola pengadaan bahan baku berbasis potensi lokal.

“Jangan hanya fokus pada distribusi makanan. Yang lebih penting adalah bagaimana program ini menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan UMKM,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkab Ciamis akan memastikan bahan baku MBG diutamakan berasal dari produksi lokal. Langkah ini dinilai mampu menciptakan pasar yang stabil bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk memberikan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta membuka akses kemitraan bagi pelaku usaha lokal.

“Dengan pendekatan ini, MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Penataan Data Bansos

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti persoalan penghapusan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, penghapusan tersebut terjadi akibat ketidaksesuaian data, seperti perbedaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta kategori penerima yang tidak lagi masuk dalam kelompok sasaran.

BACA JUGA: Tahun Pertama RPJMD, Ciamis Raih 250 Prestasi

“PBI seharusnya diberikan kepada masyarakat pada desil 1 sampai 5, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Namun, ditemukan ada yang berada di desil 6 hingga 10,” jelasnya.

Untuk itu, Pemkab Ciamis akan melakukan pembaruan data secara terpadu dengan melibatkan pemerintah desa, kelurahan, Dinas Sosial, serta pendamping sosial.

Proses verifikasi akan memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) milik Kementerian Sosial guna memastikan data lebih akurat dan bantuan tepat sasaran.

“Kami berharap, langkah ini mampu meningkatkan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial sekaligus mendukung efektivitas program kesejahteraan di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (FSL)

Catat! Tanggal Live Charly Van Houten di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Kabar yang ditunggu pecinta musik akhirnya datang juga. Charly Van Houten di Tasikmalaya dipastikan akan segera terwujud dalam sebuah penampilan spesial yang siap menyedot perhatian publik. Musisi yang dikenal dengan karakter vokal khas dan lagu-lagu penuh emosi ini dijadwalkan tampil dalam event Sun Tones Vol. 1.

Bagi kamu yang sudah lama menanti momen Charly Van Houten di Tasikmalaya, sekarang saatnya mulai menandai kalender. Acara ini akan digelar pada 03 April 2026, mulai pukul 17.00 WIB, bertempat di Sunny Cafe & Resto, Jalan Letjen Mashudi No. 77, Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Event ini dikemas dengan konsep intimate live music, yang memungkinkan penonton merasakan pengalaman lebih dekat dengan sang musisi. Tidak seperti konser besar yang penuh sesak, penampilan Charly Van Houten di Tasikmalaya kali ini justru menawarkan suasana yang lebih hangat dan personal—cocok untuk menikmati setiap lirik tanpa harus berebut oksigen dengan ribuan orang.

Kehadiran Charly dalam event ini menjadi daya tarik utama. Nama besarnya di industri musik Indonesia membuat setiap penampilannya selalu dinanti. Tidak heran jika kabar Charly di Tasikmalaya langsung menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan penggemar setianya di Priangan Timur.

Selain penampilan utama, acara ini juga akan dipandu oleh MC yang siap menghidupkan suasana, yakni Adejigo dan Candra Cakil. Dengan konsep acara yang santai namun tetap berkualitas, Sun Tones Vol. 1 diprediksi akan menjadi salah satu event musik lokal yang paling berkesan di awal tahun 2026.

Untuk kamu yang ingin menyaksikan langsung Charly Van Houten di Tasikmalaya, tiket sudah tersedia dalam beberapa kategori. Harga tiket Reguler dibanderol Rp175.000, sementara VIP Rp300.000, dan VVIP Rp350.000. Perbedaan kategori ini tidak hanya soal harga, tetapi juga posisi menonton dan kenyamanan selama menikmati acara.

Dari layout yang dirilis panitia, area VVIP berada di posisi paling strategis dekat panggung, sementara VIP dan Reguler tetap mendapatkan view yang cukup nyaman. Jadi, tinggal sesuaikan saja dengan budget dan gaya nonton kamu—mau santai di belakang atau dekat-dekat panggung biar bisa “kontak batin” sama penyanyi 😄.

Antusiasme terhadap event ini diprediksi cukup tinggi. Mengingat popularitas Charly serta jarangnya penampilan eksklusif di Tasikmalaya, bukan tidak mungkin tiket akan cepat habis. Karena itu, calon penonton disarankan segera melakukan registrasi melalui link yang telah disediakan panitia.

Momentum Charly Van Houten di Tasikmalaya ini bukan sekadar konser biasa, tetapi juga menjadi bukti bahwa geliat industri hiburan di daerah terus berkembang. Tasikmalaya kini semakin sering menjadi tuan rumah event musik berkualitas yang mampu menghadirkan artis nasional.

Jadi, jangan sampai ketinggalan. Charly Van Houten di Tasikmalaya bukan cuma soal musik, tapi juga soal pengalaman—antara suara, suasana, dan mungkin… kenangan yang ikut bernyanyi bersama.

Siap Terbit, Buku Berisi Pesan Nasionalisme dari 81 Tokoh Tasikmalaya dan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Di berbagai belahan bumi, konflik bersenjata terus berlangsung tanpa jeda. Perang Rusia dan Ukraina yang dimulai sejak 2022 belum menemukan titik akhir. Di Timur Tengah, konflik di Gaza kembali memicu krisis kemanusiaan yang menyita perhatian dunia. perang Iran vs Israel dan AS juga entah kapan akan mereda. Ketegangan geopolitik, rivalitas kekuatan besar, hingga ancaman disintegrasi menjadi kenyataan yang tak bisa lagi dianggap jauh dari kehidupan kita.

Situasi ini seharusnya menjadi pengingat: tidak ada satu negara pun yang benar-benar kebal dari potensi konflik, termasuk Indonesia. Anggapan bahwa negeri ini akan selalu aman, tanpa upaya serius menjaga persatuan, adalah optimisme yang bisa menyesatkan.

Di tengah dinamika global tersebut, Indonesia justru dihadapkan pada tantangan dari dalam. Wawasan kebangsaan generasi muda faktanya menunjukkan gejala penurunan. Masih ada pelajar yang terbata-bata saat diminta mengucapkan Pancasila. Sebuah hal yang terdengar sederhana, namun sesungguhnya mencerminkan sesuatu yang lebih dalam: melemahnya keterhubungan emosional dengan identitas kebangsaan.

Padahal, bangsa ini berdiri di atas fondasi yang kokoh: nilai-nilai kearifan lokal, sejarah panjang perjuangan, serta warisan budaya yang membentuk karakter Indonesia. Dari sanalah lahir nasionalisme, yang kemudian tumbuh menjadi patriotisme. Tanpa itu, bangsa hanya akan menjadi sekumpulan orang yang tinggal di wilayah yang sama, tanpa ikatan yang kuat.

Dari kegelisahan itulah sebuah ikhtiar kecil lahir dari ruang redaksi Lintas Priangan. Sebuah buku berjudul “81 Cara Mencintai Indonesia” tengah disiapkan, bukan sekadar sebagai kumpulan tulisan, tetapi sebagai ruang bersama untuk merekam cara-cara sederhana namun bermakna dalam mencintai tanah air.

Buku ini akan menghadirkan suara dari 81 tokoh yang berasal dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis. Mereka datang dari latar belakang yang beragam: tokoh agama, birokrat, akademisi, pengusaha, hingga pegiat masyarakat. Setiap orang membawa cerita, pengalaman, dan cara pandangnya sendiri tentang Indonesia.

“Buku ini ingin menunjukkan bahwa mencintai Indonesia itu tidak harus berarti angkat senjata dalam situasi konflik. Setiap orang punya cara, sesuai dengan peran dan kapasitasnya,” ujar Hasan Soleh, Project Manager penerbitan buku tersebut.

Menurut Hasan, keberagaman latar belakang para tokoh justru menjadi kekuatan utama buku ini. Dari ruang kelas hingga ruang ibadah, dari kantor pemerintahan hingga ladang dan pasar, semuanya memiliki kontribusi dalam merawat Indonesia.

Beberapa nama dari Kota Tasikmalaya yang telah tercatat antara lain KH. Miftah Fauzi, H. Amir Mahpud, H. Syarif Hidayat, H. Dede Sudrajat, H. Budi Budiman, H. Ivan Dicksan, H. Aslim, Kang Diky Candra, Kang Noves Narayana, Kang Nanang Nurjamil, Kang Agustiana, dan H. Sigit Wahyu Nandika. Sementara nama dari Kabupaten Tasikmalaya, ada nama KH Asep Ahmad Maoshul, KH Atam Rustam, serta Erry Purwanto. Untuk Kabupaten Ciamis, ada nama Ang Icep, H. Roni Karno, Heri Dermawan, Didi Sukardi, dan Ajengan Nonop.

“Totalnya 81 tokoh, sedang kita kembangkan terus. Angka 81 ini berkaitan dengan momentum 81 Tahun Kemerdekaan Indonesia. Insha Alloh, kita sudah buat timeline, buku ini akan launching bertepatan dengan hari kemerdekaan 17 Agustus,” terang Hasan.

Nama-nama tersebut di atas hanyalah sebagian dari upaya merangkai mosaik pemikiran yang lebih besar. Dalam prosesnya, kepala daerah, sekretaris daerah, hingga sejumlah pejabat ASN juga akan diajak terlibat, dengan harapan memperkaya perspektif yang dihadirkan.

Proses penyusunan buku ini dilakukan melalui wawancara mendalam oleh tim dari Lintas Priangan. Hasil percakapan tersebut kemudian diolah menjadi artikel, sehingga setiap gagasan tidak hanya terdengar, tetapi juga terdokumentasi dengan baik.

“Ini bukan hanya buku. Ini adalah dokumentasi pemikiran tokoh daerah, tentang bagaimana mereka memaknai dan menjalankan cinta kepada Indonesia dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hasan.

Penerbitan buku diinisiasi oleh media online Lintas Priangan, yang dalam pelaksanaannya akan bekolaborasi dengan Komunitas Media SWAKKA, dan Yayasan Albadar. Rencananya, buku akan diproduksi dalam dua format: cetak dan digital. Versi eBook akan disebarluaskan secara gratis, termasuk melalui platform Google Play Books, agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, buku cetak akan didistribusikan ke berbagai lembaga pemerintah dan nonpemerintah di wilayah Priangan Timur, sebagai bagian dari upaya memperluas dampak gagasan yang dihimpun.

“Tentunya, buku ini akan diproses secara profesional, memiliki nomor ISBN dari Perpustakaan Nasional,” tambah Hasan.

Produksi buku dijadwalkan dimulai pada April 2026, dengan target peluncuran pada Agustus 2026. Namun lebih dari sekadar tanggal rilis, buku ini membawa harapan yang lebih besar, bahwa di tengah dunia yang semakin gaduh, setiap kita harus menyisakan ruang untuk merawat Indonesia. (AS)

Banyak Lowongan Kerja di Tasikmalaya, Lulusan SMA dan Usia 50 Bisa Lamar

lintaspriangan.com, LOWONGAN KERJA. Kabar baik bagi pencari kerja di Kota Tasikmalaya dan sekitarnya. Sejumlah lowongan kerja terbaru kembali dibuka dengan kualifikasi yang cukup beragam, mulai dari lulusan SMA/SMK hingga pelamar dengan usia maksimal 55 tahun.

Kondisi ini menjadi peluang yang cukup menjanjikan, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan usia dalam melamar pekerjaan. Tidak hanya untuk usia produktif muda, beberapa perusahaan juga membuka kesempatan bagi pelamar dengan pengalaman kerja yang lebih matang.

Salah satu lowongan yang saat ini tersedia adalah posisi juru masak yang memberikan ruang bagi pelamar hingga usia 55 tahun.

Lowongan Juru Masak, Usia Hingga 55 Tahun

Lowongan ini terbuka untuk pria maupun wanita yang memiliki kemampuan memasak, khususnya masakan Sunda dan berbagai jenis saus.

Adapun kualifikasi yang dibutuhkan meliputi:

  • Pria atau wanita dengan usia maksimal 55 tahun
  • Memiliki pengalaman memasak berbagai jenis masakan, terutama masakan Sunda
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta disiplin dalam bekerja

Untuk tugas dan tanggung jawab, pelamar nantinya akan:

  • Membuat dan menyajikan masakan
  • Melayani pelanggan dengan ramah
  • Menjaga kebersihan dan kerapihan area dapur

Pelamar yang berminat dapat mengirimkan lamaran melalui WhatsApp ke nomor 0896-6229-9338.

Lowongan ini menjadi salah satu peluang menarik, terutama bagi tenaga kerja berpengalaman yang masih ingin aktif bekerja.

Halaman selanjutnya: Lowongan Kerja di Distributor AICE Tasikmalaya


DKKC Dorong Budaya Sunda Tetap Hidup di Tengah Modernisasi

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Jejak panjang sejarah Kerajaan Galuh hingga kehidupan masyarakat yang religius menjadi kekuatan budaya yang terus hidup di Kabupaten Ciamis. Di tengah arus modernisasi, nilai-nilai tersebut kini ditegaskan kembali sebagai fondasi arah pemajuan kebudayaan.

Momentum itu mengemuka saat kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Jawa Barat ke Kabupaten Ciamis dalam rangka penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Pemajuan Kebudayaan, Kamis (26/03/2026).

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis (DKKC), Dr. Yat Rospia, menegaskan, budaya tidak boleh berhenti sebagai warisan, tetapi harus terus hidup dan berkembang mengikuti zaman.

“Budaya harus tetap tumbuh. Akulturasi bukan ancaman, justru peluang, selama kita tetap berpijak pada nilai-nilai kesundaan,” katanya.

Harmoni Budaya dan Religiusitas

Dijelaskan Dian, di Kabupaten Ciamis, budaya tidak berdiri sendiri. Tradisi dan nilai religius berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat. Keterlibatan tokoh agama dalam kegiatan adat menjadi salah satu kekuatan yang menjaga keseimbangan sosial sekaligus memperkuat penerimaan masyarakat terhadap budaya lokal.

“Harmoni inilah yang menjadikan Ciamis memiliki karakter budaya yang khas dan dinilai layak menjadi rujukan di tingkat Jawa Barat,” jelasnya.

Budaya Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari

Kepala Disbudpora Ciamis, Dr. Dian Budiyana, menegaskan, pemajuan kebudayaan tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi harus hadir dalam praktik nyata.

Mulai dari penggunaan bahasa Sunda di ruang publik dan pemerintahan, ornamen khas Sunda pada bangunan, hingga penguatan tradisi lokal sebagai bagian dari agenda resmi daerah.

“Budaya harus hadir dalam keseharian, bukan hanya seremoni,” tegasnya.

Menuju Perda yang ‘Sunda Banget’

Diskusi bersama Pansus DPRD Jawa Barat juga menguatkan harapan agar regulasi yang disusun benar-benar mencerminkan karakter lokal.

Perda Pemajuan Kebudayaan diharapkan tidak bersifat umum, melainkan memiliki kekhasan yang kuat “Sunda banget”.

BACA JUGA: Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ciamis Sebut Data Jadi Penentu Kebijakan

Dalam konteks ini, DKKC diposisikan sebagai penjaga sekaligus penggerak, yang memastikan budaya Sunda tidak hanya lestari, tetapi juga relevan di tengah perubahan zaman.

Menjaga Identitas di Tengah Arus Zaman

Pertemuan ini menegaskan satu hal, budaya bukan sekadar masa lalu, tetapi identitas yang harus terus dirawat dan dikembangkan.
Ciamis, dengan akar sejarah dan kekuatan nilai lokalnya, berupaya menjaga agar budaya Sunda tetap hidup, tumbuh, dan menjadi kebanggaan di tengah derasnya modernisasi. (FSL)

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ciamis: Data Jadi Penentu Kebijakan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya menegaskan pentingnya data akurat sebagai dasar utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, khususnya di sektor ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Bupati menyusul pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dinilai menjadi momentum strategis untuk memotret kondisi riil dunia usaha di Kabupaten Ciamis.

“Sensus Ekonomi ini sangat penting untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi dan perkembangan usaha di daerah,” katanya, Kamis (26/03/2026).

Data Jadi Penentu Kebijakan

Herdiat menekankan, tanpa data yang valid, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan program pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, data yang terkumpul akan digunakan untuk menyusun kebijakan ekonomi berbasis kebutuhan riil, mendorong pertumbuhan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelaku Usaha Diminta Aktif

Keberhasilan sensus, lanjut Herdiat, sangat bergantung pada partisipasi pelaku usaha. Ia mengimbau agar masyarakat menerima petugas sensus dan memberikan data secara jujur, lengkap, dan akurat.

“Partisipasi pelaku usaha sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan,” tegasnya.

BACA JUGA: Tahun Pertama RPJMD, Ciamis Raih 250 Prestasi

Ia juga memastikan seluruh data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dorong Investasi dan Daya Saing

Bupati berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data yang kuat untuk meningkatkan daya saing usaha lokal, Membuka peluang investasi, serta memperkuat kebijakan ekonomi daerah.

Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi daerah yang lebih baik.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi kemajuan Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (NID)

Tahun Pertama RPJMD, Ciamis Raih 250 Prestasi

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memperkuat arah pembangunan. Hasilnya, berbagai indikator kinerja menunjukkan tren positif, mulai dari capaian prestasi hingga peningkatan indikator makro daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, dalam Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Bupati terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 di Aula Tumenggung Wiradikusumah Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Kamis (26/03/2026).

“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 Kabupaten Ciamis berhasil meraih kurang lebih 250 prestasi dan penghargaan. Ini hasil kerja keras bersama seluruh jajaran dan dukungan masyarakat,” katanya.

Fondasi Awal RPJMD Mulai Terlihat

Dikatakan Bupati, tahun 2025 merupakan tahun awal pelaksanaan RPJMD dengan visi “Sinergi Mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan”. Tahun pertama ini menjadi fase penting dalam membangun fondasi pembangunan lima tahun ke depan.

“Alhamdulillah, berbagai capaian yang diraih menunjukkan arah pembangunan sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Kinerja Keuangan Stabil dan Efektif

Dari sisi keuangan, Pemkab Ciamis mencatat kinerja yang cukup solid. Pendapatan daerah terealisasi melampaui target, yakni mencapai 101,46 persen.

Sementara itu, belanja daerah sebesar Rp2,75 triliun terealisasi Rp2,60 triliun atau 94,67 persen, mencerminkan pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.

“Pembiayaan daerah juga tercatat optimal dengan realisasi mencapai 100 persen,” jelasnya.

Indikator Makro Tunjukkan Tren Positif

Selain itu, sejumlah indikator makro pembangunan juga mengalami peningkatan, di antaranya, IPM naik menjadi 74,33 poin. Tingkat kemiskinan turun menjadi 7,19 persen. Pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,37 persen. Sektor pertanian tumbuh signifikan 10,85 persen. Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 6,14 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,08 persen, masih lebih baik dibanding rata-rata Jawa Barat sebesar 6,77 persen. Sementara Rasio Gini tercatat 0,340 poin, menunjukkan ketimpangan masih dalam kategori rendah.

Ratusan Program Digulirkan

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Ciamis telah melaksanakan 121 program, 227 kegiatan dan 626 sub kegiatan.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah.

Prestasi dari Nasional hingga Internasional

Selain indikator pembangunan, Ciamis juga menorehkan berbagai prestasi, di antaranya:
Penghargaan Kota Kecil Terbersih tingkat ASEAN, Opini WTP dari BPK RI selama 12 kali berturut-turut, serta berbagai penghargaan tingkat provinsi dan nasional lainnya.

Bupati menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, bukan semata keberhasilan pemerintah.

BACA JUGA: Bupati Ciamis Tekankan Kinerja ASN di Tengah Defisit Anggaran

“Saya menyampaikan apresiasi kepada DPRD, seluruh jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan,” jelasnya.

Optimistis Ciamis Makin Maju

Dengan capaian di tahun pertama ini, Pemkab Ciamis optimistis pembangunan ke depan akan semakin kuat dan terarah.

“Capaian ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Bupati berharap agar seluruh upaya pembangunan mendapat ridho Allah SWT dan membawa manfaat bagi masyarakat Tatar Galuh. (NID)

Bupati Ciamis Tekankan Kinerja ASN di Tengah Defisit Anggaran

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya, memimpin apel pagi mengawali hari pertama kerja pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Pendopo Bupati, Rabu (25/03/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan arahan strategis terkait kondisi fiskal daerah dan integritas aparatur negara.

Optimisme di Tengah Tantangan Fiskal

Membuka amanatnya, Herdiat menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Namun, di balik suasana fitri tersebut, ia secara terbuka memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ciamis yang saat ini tengah mengalami defisit sebesar Rp150 miliar.

“Angka ini tergolong tinggi untuk ukuran daerah kita, terlebih dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih terbatas. Namun, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kinerja,” tegas Herdiat.

Komitmen Tanpa Beban Pajak Tambahan

Bupati Herdiat menjelaskan meski daerah sedang melakukan efisiensi besar-besaran, ia menjamin tidak akan ada kebijakan kenaikan pajak yang memberatkan masyarakat.

Menurutnya, periode 2025–2030 adalah fase efisiensi setelah sebelumnya masyarakat berjuang di masa pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

“Kita harus lebih mandiri dan inovatif dalam menggali potensi daerah tanpa harus membebani rakyat. Jangan sampai kita menyerah atau ‘melempem’ hanya karena APBD kecil. Kondisi ini dialami hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” tambahnya.

Pesan Integritas dan Disiplin ASN

Selain masalah anggaran, Bupati juga memberikan catatan keras mengenai integritas. Ia mengingatkan ASN untuk menjaga rahasia jabatan, tidak sembarangan berbicara atau membocorkan informasi internal di ruang publik.

“Fokus utama ASN adalah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, bukan dilayani, dan Meningkatkan performa kerja sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Perjadin Dinkes Ciamis Naik Hampir 100 Persen

Tidak Akan Ada Kebijakan Menaikkan Pajak

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mendorong seluruh jajaran untuk menggali dan mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan pendapatan. Ia memastikan selama masa kepemimpinannya, tidak akan ada kebijakan menaikkan pajak yang memberatkan masyarakat, terutama mengingat dampak pandemi Covid-19 yang masih dirasakan hingga beberapa tahun terakhir.

Ia menjelaskan, periode 2019 hingga 2024 merupakan masa pemulihan pasca pandemi, di mana banyak masyarakat, khususnya pelaku usaha, mengalami kesulitan ekonomi. Sementara periode 2025 hingga 2030 dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.

“Jangan sampai kita menyerah karena APBD kecil. Ini bukan hanya terjadi di Ciamis, tetapi hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” jelasnya. (NID)

Selamatkan Anak Tenggelam, Seorang ASN Gugur di Pantai Padabumi Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Sebuah insiden tragis sekaligus mengharukan terjadi di kawasan Pantai Padabumi, Karangtawulan, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (23/3/2026). Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilaporkan meninggal dunia saat berupaya menyelamatkan anak tenggelam di Pantai Padabumi Tasikmalaya.

Korban diketahui bernama Iyep Yudiana (47), seorang ASN asal Bogor. Ia gugur setelah nekat berenang ke tengah laut demi menolong seorang anak bernama Panji Raspati (7), pelajar asal Cianjur yang terseret arus ombak saat bermain di tepi pantai.

Kejadian bermula sekitar pukul 15.20 WIB, ketika suasana Pantai Padabumi tengah ramai oleh wisatawan. Panji yang saat itu bermain air bersama keluarganya, diduga berenang terlalu ke tengah hingga mencapai sekitar 10 meter dari bibir pantai. Kondisi ombak yang cukup kuat dan tidak terduga membuat tubuhnya terseret arus laut.

Seketika, suasana berubah panik. Anak tersebut berteriak meminta pertolongan saat mulai kehilangan kendali di tengah gulungan ombak. Melihat kondisi itu, orang-orang di sekitar lokasi berusaha memberikan bantuan, namun derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak mudah.

Iyep Yudiana yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian langsung bereaksi cepat. Tanpa ragu, ia berlari menuju laut dan berenang ke arah korban. Aksi heroik tersebut dilakukan dalam hitungan detik, di tengah kondisi ombak yang masih cukup kuat.

Di tengah perjuangan melawan arus, Iyep berhasil menjangkau Panji. Namun situasi di laut tidak bersahabat. Keduanya sempat berada dalam kondisi berbahaya hingga akhirnya terlihat oleh tim penyelamat yang berada di sekitar lokasi.

Tim SAR bersama petugas gabungan segera melakukan evakuasi. Mereka berenang menuju titik lokasi korban yang berada sekitar 20 meter dari bibir pantai. Dalam proses penyelamatan, keterbatasan alat menjadi tantangan tersendiri. Saat itu hanya tersedia satu ban pelampung, sehingga evakuasi harus dilakukan secara bertahap.

Panji menjadi prioritas pertama untuk diselamatkan. Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, tim kembali ke laut dengan bantuan tali tambang untuk mengevakuasi Iyep Yudiana yang kondisinya semakin melemah.

Kedua korban akhirnya berhasil dibawa ke tepi pantai dan langsung mendapatkan pertolongan pertama berupa napas buatan dan CPR. Panji Raspati berhasil diselamatkan dan segera dilarikan ke RS KHZ Musthafa Singaparna untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Hingga saat ini, korban anak masih dalam perawatan intensif.

Namun nasib berbeda dialami Iyep Yudiana. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah proses evakuasi.

Peristiwa ASN tewas di Pantai Padabumi Tasikmalaya ini menjadi pengingat keras akan bahaya arus laut yang tidak dapat diprediksi. Terlebih saat kondisi pantai dipadati wisatawan, risiko kecelakaan laut meningkat jika pengunjung tidak mematuhi batas aman berenang.

Selain itu, kejadian anak tenggelam di Pantai Padabumi Tasikmalaya ini juga menegaskan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak saat bermain di area pantai. Ombak besar dapat datang secara tiba-tiba dan menyeret siapa saja, bahkan di area yang terlihat aman.

Jenazah Iyep Yudiana telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. Aksi heroiknya menjadi kisah duka yang menyentuh, sekaligus meninggalkan pesan kuat tentang keberanian dan pengorbanan.

Di balik tragedi ini, satu nyawa berhasil diselamatkan. Namun satu nyawa lainnya harus gugur di tengah upaya kemanusiaan yang tulus, sebuah pengorbanan yang tak akan mudah dilupakan. (AS)

Ratusan Warga Sambut Open House Ketua DPRD Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak pagi di kediaman Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, S.H., M.Si. Senyum, sapaan, dan jabat tangan silih berganti menyambut para tamu yang datang dalam rangka Open House Ketua DPRD Kota Tasikmalaya pada momentum Idulfitri 1447 H.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai Sabtu hingga Senin, 21–23 Maret 2026, atau bertepatan dengan 1–3 Syawal 1447 H itu, menjadi magnet silaturahmi bagi ratusan warga. Setiap harinya, tak kurang dari 100 pengunjung hadir, memadati halaman hingga ruang dalam rumah yang terbuka bagi siapa saja.

Tak hanya warga sekitar kediaman H. Aslim, sejumlah tamu bahkan datang dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang sengaja menyempatkan waktu di sela kunjungan Lebaran mereka untuk bersilaturahmi.

H. Aslim bukan hanya dikenal sebagai Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, tetapi juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya serta pimpinan Pondok Pesantren Mabdaul Ulum. Perpaduan peran ini membuat kediamannya tak sekadar menjadi rumah pribadi, melainkan juga ruang sosial yang akrab bagi masyarakat.

Namun, daya tarik utama dari kegiatan ini bukan semata jamuan hidangan khas Lebaran yang tersaji berlimpah. Lebih dari itu, ada pengalaman emosional yang dirasakan para pengunjung: bisa duduk, berbincang, dan menikmati suasana di dalam rumah seorang wakil rakyat, sesuatu yang bagi sebagian orang terasa istimewa.

Di bawah tenda putih dengan nuansa yang terasa lebih eksklusif dari hajatan warga pada umumnya, para tamu duduk melingkari meja bundar yang dibalut kain putih bersih. Kursi-kursi tersusun seragam, menghadirkan suasana yang sekilas menyerupai jamuan formal ala hotel. Namun di balik kerapian itu, tampak gestur sebagian warga yang masih canggung. Mereka duduk tegak, terlihat sekali menjaga setiap gerakan, bahkan menjaga tatapan, seolah sedang menyesuaikan diri dengan suasana yang tidak biasa mereka alami.

Di tengah suasana itu, H. Aslim justru hadir dengan gaya yang jauh dari kesan formal. Ia duduk santai, tubuhnya sedikit miring, sesekali kakinya terlihat digerakkan, sambil memegang mikrofon. Setiap melihat warga datang, ia melontarkan sapaan ringan. Gestur itu bukan tanpa makna. H. Aslim sepertinya ingin mencairkan suasana, memberi isyarat bahwa rumahnya terbuka tanpa jarak, tanpa harus ada kekakuan. Dalam cara yang sederhana, ia berusaha membuat para tamu merasa tidak sedang berada di ruang yang asing, melainkan di tempat yang akrab, di mana mereka bisa menjadi apa adanya.

Dan perlahan, kecanggungan itu pun mencair.

“Awalnya canggung sih. Soalnya rasanya beda, ya. Biasanya kita lihat pejabat itu dari jauh atau di berita. Ini bisa langsung datang, diajak ngobrol, bahkan bisa makan bareng di rumah beliau,” ujar Purwita, warga Leuwihieum, Sukarindik, Kota Tasikmalaya, dengan wajah sumringah. Ia mengaku datang bersama keluarganya karena penasaran sekaligus ingin merasakan suasana kebersamaan yang jarang ditemui dalam momen seperti Open House Ketua DPRD Kota Tasikmalaya ini.

Hal senada disampaikan Suryani, warga Tawang, Kota Tasikmalaya. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu menghapus sekat antara masyarakat dan pemimpin. “Saya merasa dihargai sebagai warga. Tidak ada jarak, semua disambut dengan ramah. Ini yang bikin kita senang dan merasa dekat,” katanya.

Di tengah keramaian yang terus mengalir, H. Aslim tampak tak lelah menyambut tamu satu per satu. Sesekali ia berbincang ringan, menanyakan kabar, bahkan bercanda kecil yang mencairkan suasana. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga hubungan sosial dengan masyarakat.

“Ini bagian dari tasyakur kita di momen Idulfitri. Selain itu, yang paling penting adalah menjaga silaturahmi. Jabatan itu amanah, dan silaturahmi ini menjadi cara kita tetap dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, momen Lebaran adalah waktu yang tepat untuk membuka ruang pertemuan tanpa sekat formalitas. Dalam suasana yang cair, komunikasi menjadi lebih hangat dan tulus, sebagaimana tercermin dalam Open House Ketua DPRD Kota Tasikmalaya yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

Open house yang digelar H. Aslim pun seolah menjadi cerminan sederhana bahwa hubungan antara pemimpin dan masyarakat tidak selalu harus dibangun dalam ruang-ruang resmi. Kadang, cukup dengan sepiring opor, segelas teh hangat, dan pintu rumah yang terbuka lebar, kedekatan itu bisa tumbuh dengan sendirinya.

Dan di Kota Tasikmalaya, selama tiga hari itu, kedekatan tersebut terasa nyata, ramai, hangat, dan penuh makna. Bahkan, bagi banyak warga, Open House Ketua DPRD Kota Tasikmalaya ini bukan sekadar agenda Lebaran, tetapi juga pengalaman sosial yang berkesan. (AS)