lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di balik kesiapan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ), terdapat sejumlah tantangan yang menjadi perhatian serius, terutama terkait kualitas interaksi dan kesiapan sumber daya.
Hal tersebut disampaikan Rektor Unigal Ciamis, Prof. Dr. Dadi, M.Si. Jumat (10/04/2026), dikatakannya, PJJ tidak boleh dilaksanakan secara asal, terutama dalam hal metode pengajaran oleh dosen.
“Tidak boleh dosen hanya ngomong materi, mahasiswanya off-cam. Itu tidak boleh, harus interaktif, mahasiswa harus siap dipanggil dan on kamera,” tegasnya.
Menurutnya, kedisiplinan dosen dalam mengelola kelas daring menjadi faktor kunci keberhasilan program tersebut. Ia menegaskan, kehadiran mahasiswa harus tetap dikontrol secara ketat.
“Kalau tidak ada mahasiswanya, nanti dicoret absennya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap perguruan tinggi swasta dalam kebijakan PJJ. Ia menilai tidak semua kampus memiliki kesiapan infrastruktur yang sama.
“Kalau diterapkan, harus dipastikan dulu fasilitasnya mumpuni atau tidak, terutama untuk perguruan tinggi swasta,” jelasnya.
Dadi juga mengingatkan, tidak semua mata kuliah cocok disampaikan secara daring, terutama yang membutuhkan interaksi intensif.
“Bagaimanapun, interaksi langsung itu berbeda dengan tatap muka. Tidak bisa setiap mata kuliah dilaksanakan online,” pungkasnya. (FSL)



